Kanalgresik.com - Pemerintah Kabupaten Gresik terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Salah satunya JPD ruas Klampok-Munggugebang, Kecamatan Benjeng, yang mulai ditangani melalui betonisasi sepanjang sekitar 205 meter dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar.
Ruas jalan yang memiliki panjang keseluruhan sekitar 1,7 kilometer tersebut sebelumnya menggunakan paving block. Kondisinya mengalami penurunan sehingga Pemkab Gresik melakukan peningkatan kualitas jalan secara bertahap.
Baca juga: Gudang Bahan Baku PT Wings Surya di Gresik Terbakar, Muat 2.000 Ton Bahan Deterjen
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah sejak 2025. Program tersebut dilaksanakan melalui APBD Perubahan 2025, APBD 2026, dan direncanakan terus berlanjut hingga 2027.
“Sejak 2025 kita memang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu prioritas untuk pembangunan JPD,” ujar Bupati Yani saat meresmikan pembangunan JPD ruas Klampok-Munggugebang, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan tidak boleh dilakukan secara terpisah. Infrastruktur harus menjadi bagian dari jaringan konektivitas yang menghubungkan jalan kabupaten, JPD, jalan desa, jalan lingkungan, hingga jalur alternatif antardesa dan antarkecamatan.
“Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya,” katanya.
Betonisasi JPD Klampok-Munggugebang
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti menjelaskan, penanganan JPD Klampok-Munggugebang dilakukan secara bertahap.
Pada tahap pertama tahun ini, betonisasi dilakukan sepanjang sekitar 205 meter dengan lebar lima meter.
“Jalan sebelumnya menggunakan paving block dan kondisinya sudah mengalami penurunan. Tahun ini kami melakukan penanganan dengan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 205 meter dan lebar lima meter,” jelas Dhiannita.
Pembangunan tersebut belum mencakup seluruh panjang ruas jalan. Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan penanganan ruas Klampok-Munggugebang pada tahun berikutnya.
Kelanjutan pembangunan tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah daerah memperkuat konektivitas di wilayah yang membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur hingga 2027.
JPD 4,5 Kilometer Ditangani pada 2026
Dhiannita mengatakan penanganan JPD melalui APBD 2026 secara keseluruhan mencapai sekitar 4,5 kilometer.
Baca juga: Festival Menjadi Gresik Hidupkan Kembali Ingatan Budaya di Kampung Kemasan
Pembangunan dan peningkatan jalan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Duduk Sampeyan, Manyar, Menganti, Cerme, Benjeng, Kedamean, Wringinanom, Dukun, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, Ujungpangkah, Panceng, hingga Sangkapura.
Pembangunan JPD diarahkan untuk memperlancar aktivitas masyarakat, terutama mobilitas ekonomi dan pertanian, mendukung ketahanan pangan, membuka akses pendidikan, serta mempermudah pelayanan dasar.
“Pembangunan JPD ini kami harapkan memberikan dampak langsung terhadap konektivitas masyarakat, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi, pertanian dan ketahanan pangan, akses pendidikan, serta pelayanan dasar,” ujarnya.
Jalan Dibangun, Warga Diminta Ikut Merawat
Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik. Menurutnya, jalan yang baik akan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat.
“Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal. Ada mobilitas masyarakat, ada ekonomi, pertanian, anak-anak yang bersekolah, dan akses pelayanan dasar yang ikut bergerak ketika jalannya baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Desa Klampok yang mendukung pembangunan, termasuk bersabar selama aktivitas warga sempat terganggu akibat pekerjaan konstruksi.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Gresik Siapkan Rp77 Miliar untuk Perbaikan Jalan Poros Desa
“Ngapunten sanget selama proses pembangunan ada aktivitas warga yang terganggu. Alhamdulillah hari ini sudah selesai sesuai target dan sudah bisa dimanfaatkan,” katanya.
Bupati kemudian mengajak masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ia juga mengapresiasi tradisi masyarakat setempat yang menanam pohon setelah pembangunan jalan sebagai simbol merawat hasil pembangunan.
“Setelah jalan jadi, biasanya kita tanam pohon. Saya titip kepada warga, jalan dan pohonnya sama-sama dirawat. Jangan hanya pemerintah yang merawat, masyarakat juga harus ikut menjaga,” ujarnya.
Dhiannita turut meminta masyarakat menjaga badan dan bahu jalan agar tidak digunakan secara tidak semestinya maupun dirusak. Pemeliharaan bersama dinilai penting untuk mempertahankan fungsi jalan dan memperpanjang usia layanan infrastruktur.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang sudah dibangun. Jangan sampai badan maupun bahu jalan digunakan atau dirusak sehingga mengurangi fungsi jalan,” katanya.
Pemkab Gresik berharap pembangunan JPD Klampok-Munggugebang dan ruas-ruas lainnya dapat memperkuat jaringan jalan antarkawasan sehingga mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi semakin lancar.
Editor : Radit