Kanalgresik.com - Yayasan Pusat Pengembangan TK/TP Al-Quran (PPTKA) Gresik membekali para guru Al-Quran dengan keterampilan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pelatihan yang digelar di Gedung Yayasan PPTKA Gresik, Sabtu (5/9/2026), tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam membuat konten pembelajaran, dakwah, hingga media promosi pendidikan di era digital.
Pelatihan ini diikuti puluhan guru Al-Quran. Kegiatan menjadi bagian dari upaya PPTKA Gresik mendorong para pendidik agama agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dan nilai dalam pendidikan Al-Quran.
Baca juga: Ujian Digital di Gresik Hemat 170 Ribu Lembar Kertas, Beban Koreksi Guru Turun 90 Persen
Ketua Umum Yayasan PPTKA Gresik, Sholikhul Amin, S.Sos.I., mengatakan penguasaan teknologi semakin penting bagi para pendidik Al-Quran. Menurutnya, teknologi dan media visual dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan dakwah secara lebih segar dan menarik, khususnya kepada generasi muda.
Integrasi teknologi dalam pembelajaran agama, kata dia, kini menjadi kebutuhan di tengah perkembangan digital yang semakin cepat.
Guru Diajarkan Kendalikan AI
Sesi utama pelatihan menghadirkan Danil Setiawan, S.T., praktisi digital marketing, asesor sertifikasi, sekaligus Pendiri Ininetwork Media Indonesia.
Danil memberikan materi mengenai pemanfaatan AI untuk memproduksi konten digital. Salah satu prinsip yang ditekankan kepada peserta adalah Human in Control, yakni manusia tetap menjadi pihak yang memegang kendali atas teknologi.
“AI adalah alat bantu yang semakin canggih, tetapi manusia tetap harus menjadi pemegang kendali. Output yang dihasilkan AI wajib diverifikasi dan dikoreksi sebelum digunakan agar terhindar dari risiko kesalahan informasi,” tegas Danil.
Menurutnya, kemampuan AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses kreatif, bukan menggantikan peran manusia dalam menentukan isi maupun memastikan kebenaran informasi.
Baca juga: Indosat IM3 dan Google Gemini Gelar Airena Belajar di Unitomo
Praktik Membuat Video dengan Prompt
Dalam pelatihan tersebut, Danil juga memperagakan penggunaan AI untuk membuat video promosi melalui teknik prompt engineering.
Para guru diajak mempraktikkan penyusunan instruksi secara terstruktur untuk menghasilkan video promosi produk keripik buah “Rasa Risa”.
Peserta dikenalkan dengan sejumlah unsur yang dapat dimasukkan dalam sebuah prompt. Mulai dari karakter dan penampilan influencer, lokasi, suasana, pergerakan kamera, sudut pengambilan gambar, naskah dialog, hingga gaya visual realistis dan sinematik.
Teknik negative prompt juga diperkenalkan untuk membantu menghilangkan elemen visual yang tidak diinginkan dalam hasil produksi AI.
AI Berpotensi Perkuat Dakwah Digital
Dalam simulasi, Danil menunjukkan rancangan video yang terdiri atas tiga adegan. Visual dimulai dengan seorang influencer mencicipi keripik buah di sebuah kafe, kemudian berpindah ke area rooftop dengan latar golden hour, sebelum dilanjutkan dengan penjelasan teknis mengenai proses produksi video.
Praktik tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai bagaimana instruksi yang disusun secara detail dapat memengaruhi hasil yang dihasilkan teknologi AI.
Melalui pelatihan ini, guru Al-Quran diharapkan tidak hanya mampu mengajar secara konvensional di ruang kelas. Mereka juga didorong untuk memanfaatkan AI dalam membuat media pembelajaran dan dakwah yang kreatif, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Namun, pemanfaatan teknologi tetap ditekankan harus berada di bawah kendali manusia. Verifikasi dan koreksi terhadap setiap hasil AI menjadi bagian penting sebelum konten digunakan untuk kepentingan pendidikan maupun dakwah.
Editor : Radit