Cegah Genangan Saat Musim Hujan, DPRD Gresik Soroti Kondisi Dua Bozem Perkotaan

Reporter : Deni Adi Santoso
Abdullah Hamdi menyoroti fungsi bozem untuk mengantisipasi banjir di Gresik.

Kanalgresik.com – Komisi III DPRD Kabupaten Gresik meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik segera mengeruk dan mengoptimalkan fungsi bozem di kawasan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) dan Jalan KH Abdul Karim. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tampung air dan mengantisipasi genangan menjelang musim penghujan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mengatakan pihaknya menerima keluhan sejumlah lurah di wilayah perkotaan terkait potensi genangan air. Karena itu, pembenahan saluran dan penampungan air perlu dilakukan sebelum curah hujan meningkat.

Baca juga: DPRD Gresik Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak, Masyarakat Diminta Cegah Perundungan

Menurut Hamdi, bozem WEP seharusnya mampu menampung aliran dari dua saluran air utama di Jalan Arif Rahman Hakim. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan aliran air belum masuk secara maksimal ke area penampungan.

“Di WEP ini menampung aliran dari dua saluran air utama di Jalan Arif Rahman Hakim. Namun fakta di lapangan, air dari atas sepertinya tidak maksimal masuk ke dalam bozem,” ujar Hamdi, seperti dikutip Radar Gresik.

Sedimentasi Dinilai Kurangi Daya Tampung Air
Hamdi menjelaskan, berdasarkan pengamatan terhadap elevasi saluran pembuangan dan bozem, fungsi penampungan di kawasan WEP belum berjalan optimal. Aliran air disebut hanya menyentuh bagian pinggir sehingga pengendalian volume air yang menuju kawasan bawah menjadi kurang maksimal.

Selain itu, terdapat gundukan sedimen di tengah lintasan menyerupai sungai di sisi bawah gedung WEP. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani melalui pengerukan agar kapasitas tampung air dapat meningkat.

Menurut Hamdi, pengerukan sedimentasi dapat menjadi salah satu langkah awal untuk memperbaiki fungsi penampungan tanpa mengubah elevasi saluran di bagian atas.

Bozem Jalan KH Abdul Karim Juga Perlu Dikeruk
Perhatian Komisi III DPRD Gresik juga tertuju pada bozem di Jalan KH Abdul Karim. Hamdi menyebut kondisi penampungan tersebut cukup dangkal sehingga perlu diperdalam agar dapat membantu mengendalikan aliran air menuju kawasan hilir.

Baca juga: Gus Kurdi Minta Aduan Warga Gresik Tak Dibiarkan Mengendap

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Jalan Samanhudi, yang menurut Hamdi kerap mengalami banjir saat musim hujan.

Karena itu, ia meminta Pemkab Gresik mengevaluasi kondisi kedua bozem tersebut dan segera menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Warga Diminta Tidak Membuang Sampah ke Saluran
Hamdi menegaskan, penanganan banjir perkotaan tidak cukup hanya mengandalkan pembenahan infrastruktur. Peran masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga saluran air tetap bersih dan berfungsi dengan baik.

Ia meminta para lurah memperkuat sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase.

Baca juga: Mustajab Minta Pelayanan Publik Gresik Tak Berbelit, MPP Harus Lebih Optimal

Hamdi menyebut petugas masih menemukan sampah rumah tangga berukuran besar, termasuk kasur, di dalam saluran air ketika melakukan penanganan di lapangan.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menghambat aliran air dan memperburuk potensi genangan. Oleh sebab itu, upaya pengerukan bozem perlu disertai perubahan perilaku masyarakat agar pencegahan banjir dapat berjalan lebih efektif.

Sumber: Radar Gresik/Jawa Pos, berdasarkan keterangan Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

Keterangan Resmi: Komisi III DPRD Gresik mendorong pengerukan bozem WEP dan Jalan KH Abdul Karim serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan saluran air.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru