Kanalgresik.com – RS Wates Husada (RSWH) Balongpanggang, Kabupaten Gresik, memperkuat edukasi bahaya narkotika sekaligus mendorong kemudahan akses rehabilitasi medis dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap lingkungan keluarga, pesantren, dan masyarakat yang bersih dari narkoba.
Melalui sosialisasi yang terintegrasi dalam kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, RSWH berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika semakin meningkat. Edukasi ini juga menekankan pentingnya layanan pemulihan bagi orang yang membutuhkan pertolongan.
Baca juga: KH Mulyadi Ingatkan Santri Gresik: Jangan Terpecah Provokasi Medsos, Persatuan
Pihak RSWH menilai, upaya pemberantasan narkotika tidak cukup hanya melalui pencegahan. Ketersediaan fasilitas rehabilitasi yang memadai juga diperlukan agar masyarakat tidak ragu mencari bantuan medis.
“Kami berharap ketersediaan fasilitas rehabilitasi ini menghilangkan hambatan psikologis masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Sebab, strategi pemberantasan narkotika tidak hanya bertumpu pada pencegahan, melainkan harus diimbangi dengan akses layanan pemulihan yang memadai,” tegas perwakilan RSWH.
Baca juga: MWCNU Gresik Tanamkan Disiplin Santri Lewat Penilaian Barisan saat Apel HSN 2026
Didukung Sekitar 50 Tempat Tidur
Sebagai rumah sakit swasta dengan pelayanan rawat inap medis terintegrasi, RS Wates Husada Balongpanggang saat ini didukung sekitar 50 tempat tidur. Fasilitas tersebut menunjang kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Gresik Selatan.
Penguatan edukasi antinarkoba diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan publik terhadap risiko penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Kesadaran tersebut dinilai penting agar pencegahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan lembaga pendidikan.
Baca juga: Festival UMKM hingga Panggung Bakat Santri Meriahkan HSN 2026 di Gresik
RSWH juga mendorong agar kepedulian terhadap bahaya narkotika diwujudkan melalui langkah nyata. Dengan demikian, edukasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi turut membangun dukungan masyarakat terhadap upaya pencegahan dan pemulihan.
“Upaya pencegahan tidak boleh berhenti pada wacana. Kami ingin membangun kepedulian bersama agar iklim pendidikan dan kemasyarakatan di Kabupaten Gresik tetap sehat, aman, dan berdaya tanpa ancaman narkotika,” pungkasnya.
Editor : Deni Adi Santoso