Mobil Karnaval PBG Kritik Transportasi Bawean Bikin Geger Pemkab Gresik, Ketua: Spontan, Bukan Sabotase!

Reporter : Radit
kendaraan hias tersebut justru mencuri perhatian lewat suaranya yang lantang mengkritik peliknya persoalan di Pulau Bawean.

Kanalgresik.com - Kehadiran mobil hias dari Pemuda Bawean Gresik (PBG) dalam ajang Gresik Merdeka Carnival mendadak memicu polemik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Di tengah kemeriahan pawai perayaan kemerdekaan, kendaraan hias tersebut justru mencuri perhatian lewat suaranya yang lantang mengkritik peliknya persoalan di Pulau Bawean.

Mulai dari carut-marut transportasi penyeberangan laut, tersendatnya distribusi oksigen, hingga mahalnya harga LPG saat cuaca buruk dan akses laut terputus, terpampang nyata sebagai pesan kritikan. Bahkan, kemunculan mobil hias bermuatan protes sosial ini sempat memanaskan situasi hingga mencuatkan isu dugaan sabotase acara.

Baca juga: Sasar Pelajar dan Orang Tua, LK3 Dinsos Gresik Gencar Edukasi Pencegahan HIV Lewat Sekolah

Menanggapi kehebohan tersebut, Ketua Pemuda Bawean Gresik, Ramli Salim, angkat bicara dan membantah tegas adanya unsur kesengajaan untuk mendiskreditkan pemerintah daerah.

“Kami akui desain mobil yang tampil di karnaval berbeda dengan konsep awal yang telah kami ajukan kepada Pemkab Gresik,” ujar Ramli, Rabu (2/9/2026).

Terpaksa Ubah Konsep Akibat Tukang Kayu
Ramli membeberkan, pihaknya sejak awal sebenarnya telah mengajukan tiga alternatif desain kepada Pemkab Gresik dengan fokus utama menonjolkan pesona alam Bawean serta moda transportasi laut. Namun, rencana tersebut kandas di tengah jalan akibat kendala teknis.

Menjelang H-2 pelaksanaan karnaval, PBG kesulitan mencari tenaga tukang kayu yang sanggup merampungkan pengerjaan dekorasi sesuai rencana awal. Situasi mendesak itu memaksa para pengurus turun tangan merakit hiasan mobil secara mandiri.

Dari proses pengerjaan spontan itulah ide-ide terkait keresahan riil masyarakat Bawean akhirnya dituangkan ke dalam dekorasi kendaraan.

Baca juga: Sentil Tren LPK Bela Debitur Leasing, Praktisi Hukum Gresik: Perlindungan Konsumen Bukan Kartu Bebas Utang

“Tidak ada niatan kami untuk sabotase atau mendowngrade kinerja pemerintah daerah. Ide kritik ini muncul secara spontan karena kondisi Bawean hari ini,” tegas Ramli.

Ia menjelaskan, apa yang disuarakan melalui mobil karnaval itu bukanlah isapan jempol belaka. Transportasi laut yang kerap lumpuh akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk di Selat Madura telah lama menjadi momok menahun. Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan mobilitas warga, tetapi juga memicu krisis pasokan kebutuhan pokok hingga menghambat layanan kesehatan darurat.

Sempat Dilarang Tampil
Polemik kehadiran mobil hias kritis ini ternyata sempat meruncing sebelum acara dimulai. Ramli mengungkapkan bahwa kendaraan PBG sempat dilarang untuk ikut ambil bagian dalam barisan pawai oleh pihak Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik.

Kendati demikian, setelah melalui proses koordinasi intensif di lapangan, mobil tersebut akhirnya mendapat lampu hijau untuk tetap mengikuti karnaval.

Baca juga: Wabup Gresik Ingatkan OPD: Aduan Warga Jangan Menunggu Viral

“Kami hanya menyampaikan apa yang menjadi keresahan warga Bawean,” imbuhnya.

Atas kegaduhan yang telanjur timbul, pihak PBG berharap tidak ada pihak yang salah paham atau menganggap aksi tersebut sebagai upaya menjatuhkan marwah pemda. Mereka justru membuka pintu selebar-lebarnya untuk duduk bersama pemerintah daerah guna mencari solusi konkret atas karut-marut infrastruktur di pulau terluar Gresik tersebut.

“Seandainya diberikan waktu, kami ingin bisa melakukan audiensi dengan Pemkab Gresik untuk meluruskan hal ini,” tandas Ramli.

Editor : Radit

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru