Ratusan Warga Tenggor Balongpanggang Geruduk Mapolres Gresik, Tuntut Keadilan Kasus Salah Tangkap Pelajar

Reporter : Radit
Suasana Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Gresik mendadak memanas menjelang tengah malam, Rabu (2/9/2026).

Kanalgresik.com - Suasana Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Gresik mendadak memanas menjelang tengah malam, Rabu (2/9/2026). Ratusan warga yang datang secara beriringan menggunakan kendaraan pikap dan sepeda motor mendadak mendatangi markas kepolisian tersebut.

​Kedatangan massa yang berasal dari Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, ini bukan tanpa sebab. Mereka datang untuk menuntut keadilan atas dugaan kasus salah tangkap serta penganiayaan yang dialami oleh dua orang pelajar SMA berinisial W dan A.

Baca juga: Kekeringan Balongpanggang, 315 KK Terima 36 Ribu Liter Air Bersih

​Kepala Desa Tenggor, Kowianto, yang turut mendampingi warga mengungkapkan bahwa tindakan represif dari oknum petugas kepolisian tersebut bermula ketika kedua pelajar itu melintas di jembatan desa. Secara tiba-tiba, mereka didatangi oleh empat orang oknum anggota polisi dan sempat diborgol.

​Tuntut Proses Hukum Terbuka
​Massa yang geram

Baca juga: Motor Paskibra Raib di Rest Area Wahas, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

menegaskan tidak akan tinggal diam dan menuntut agar seluruh oknum yang terlibat diproses secara transparan melalui jalur hukum.

​"Massa menegaskan tidak akan tinggal diam dan menuntut seluruh oknum diproses hukum secara terbuka," demikian narasi yang dihimpun dari laporan warga di lapangan.

Baca juga: Kemarau Panjang, Trantib Balongpanggang Turun Tangan Salurkan Air Bersih ke Warga

​Aksi penggerudukan ini sempat memicu ketegangan di area Mapolres Gresik. Kendati demikian, situasi berangsur kondusif setelah perwakilan warga diterima secara baik oleh pihak kepolisian untuk melakukan proses mediasi serta membuat laporan resmi.

​Setelah proses mediasi rampung dan aspirasi mereka diakomodasi, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib dengan catatan akan terus mengawal proses hukum tersebut hingga tuntas. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi terkait aksi penggerudukan warga tersebut.

Editor : Radit

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru