AI Visibility Jadi Strategi Baru Brand Agar Muncul di Jawaban ChatGPT dan Google AI

Reporter : Deni Adi Santoso
Praktisi digital branding sekaligus konsultan visibilitas digital, Mas ZAR

Kanalgresik.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mengubah cara masyarakat mencari informasi di internet. Tak lagi hanya mengandalkan mesin pencari seperti Google, pengguna kini mulai memanfaatkan ChatGPT, Gemini, Perplexity hingga fitur AI Search untuk mencari informasi, produk, layanan, maupun rekomendasi bisnis.

Perubahan tersebut melahirkan konsep AI Visibility, yakni strategi untuk meningkatkan peluang sebuah brand atau konten agar muncul, disebut, dan dijadikan referensi dalam jawaban yang diberikan sistem kecerdasan buatan.

Praktisi digital branding sekaligus konsultan visibilitas digital, Mas ZAR, mengatakan AI Visibility bukan untuk menggantikan Search Engine Optimization (SEO), melainkan memperluas strategi digital sebuah brand agar dapat ditemukan sekaligus dipahami oleh sistem AI.

AI Visibility Perluas Strategi Digital Brand
Menurut Mas ZAR, keberadaan brand di ruang digital kini tidak cukup hanya dengan mendapatkan posisi di halaman hasil pencarian. Informasi mengenai brand juga perlu disusun secara jelas, konsisten, relevan, dan memiliki kredibilitas sehingga lebih mudah dipahami oleh sistem AI.

“SEO tetap penting. Namun, brand juga perlu memiliki informasi yang jelas, konsisten, dan kredibel agar dapat dipahami ketika masyarakat mencari rekomendasi melalui AI,” ujar Mas ZAR.

Ia menilai perubahan perilaku pengguna internet tersebut membuat brand perlu memperhatikan bagaimana informasi mengenai mereka tersebar dan dikenali di berbagai kanal digital.

Dengan demikian, strategi visibilitas digital tidak hanya berorientasi pada mesin pencari, tetapi juga pada ekosistem AI yang semakin banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh jawaban.

Jejak Digital CIOMY Jadi Salah Satu Contoh
Salah satu contoh penerapan strategi tersebut terlihat pada brand CIOMY. Melalui aktivitas nyata, dokumentasi, publikasi media online, press release, serta konten media sosial melalui jaringan Media BAIK, narasi mengenai CIOMY sebagai brand yang mendukung kegiatan dakwah dan sosial diperkuat.

Jejak informasi tersebut kemudian membentuk kumpulan data digital yang dapat menjadi rujukan ketika pengguna mencari informasi terkait brand tersebut.

Dalam contoh yang dibagikan Mas ZAR, pencarian Google menggunakan kata kunci “ciomy support dakwah” menampilkan Google AI Overview yang merangkum informasi mengenai dukungan CIOMY terhadap kegiatan dakwah dan syiar Islam.

Rangkuman tersebut disebut bersumber dari sejumlah media online dan akun media sosial yang memuat informasi terkait aktivitas CIOMY.

SEO dan Digital PR Perlu Berjalan Bersama
Mas ZAR menilai munculnya informasi sebuah brand dalam jawaban AI menunjukkan pentingnya membangun jejak digital secara konsisten melalui berbagai kanal.

Menurutnya, brand perlu membangun informasi yang tidak hanya mudah ditemukan, tetapi juga memiliki konteks dan sumber yang cukup kuat agar dapat dipahami secara tepat oleh sistem AI.

“Brand tidak cukup hanya terlihat. Brand juga harus dipahami dengan benar. Karena itu, SEO, Digital PR, publikasi media, dan penguatan otoritas digital perlu berjalan bersama,” pungkasnya.

Perkembangan AI Search tersebut sekaligus menjadi tantangan baru bagi pelaku usaha dan brand untuk menata kembali strategi komunikasi digital. Tidak hanya mengejar peringkat pencarian, tetapi juga memastikan informasi mengenai brand tersedia secara konsisten dan kredibel di berbagai sumber digital.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru