Kanalgresik.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Program Bunda Puspa tidak boleh berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Para alumni harus tetap mendapatkan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha dan memberi dampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yani saat membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Senin (5/10/2026).
Baca juga: Batik Bangsawan dari Legowo Tembus Pasar Internasional, Petrokimia Gresik Dampingi Sejak 2016
Alumni Harus Terus Didampingi
Yani mengatakan keberhasilan program tidak cukup dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan. Hal yang lebih penting adalah keberlanjutan setelah pelatihan selesai.
Menurutnya, alumni Bunda Puspa perlu dikawal agar mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha,” tegas Yani.
Ia meminta Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah lain, terutama yang berkaitan dengan koperasi dan usaha mikro.
Pendampingan dapat mencakup legalitas usaha, akses permodalan hingga pengembangan produk agar usaha yang dirintis peserta dapat terus berkembang.
Alumni Didorong Jadi Penggerak
Selain menjadi pelaku usaha, alumni Bunda Puspa diharapkan mampu menjadi penggerak pemberdayaan perempuan di lingkungan masing-masing.
Baca juga: 11 Anggota Dewan Pendidikan Gresik Dikukuhkan, Mutu Sekolah Jadi Fokus
Yani mendorong alumni membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada perempuan lain, mulai dari tingkat dusun, desa hingga RT dan RW.
Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi di masyarakat.
Program Bunda Puspa Berjalan Sejak 2022
Program Bunda Puspa telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gresik sejak 2022. Yani meminta keberadaan alumni juga dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana program tersebut memberikan dampak setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
“Sekarang kita harus melihat, apakah lulusan atau alumni Bunda Puspa sudah memberikan dampak di tengah masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” ujarnya.
Baca juga: Fatayat NU Gending Hadirkan Majelis Fatimah Zahra untuk Ruang Belajar Perempuan
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.
Pelatihan melibatkan kader Bunda Puspa, perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi perempuan serta pemerintah kecamatan. Sejumlah unsur yang terlibat antara lain Universitas Airlangga, Fatayat, Aisyiyah, GOW dan Puspa Pinatih.
Sumber dan Keterangan Resmi
Sumber: 1minute.id dan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Keterangan Resmi: Pemkab Gresik mendorong Program Bunda Puspa tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan agar alumni mampu mengembangkan usaha dan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
Editor : Radit