Kanalgresik.com – DPRD Kabupaten Gresik meminta organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan dan pelaksana program pemerintah bekerja lebih inovatif untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mempercepat penyerapan anggaran. Hingga akhir Triwulan III 2026, realisasi belanja daerah baru mencapai 61,68 persen dari total alokasi Rp3,33 triliun.
Anggota Badan Anggaran DPRD Gresik, Nur Saidah, juga menyoroti rendahnya penyerapan belanja modal yang dinilai dapat memengaruhi pelaksanaan program pembangunan. Dari total anggaran belanja modal sebesar Rp294,37 miliar, realisasinya baru Rp119,05 miliar atau 40,44 persen.
Belanja Daerah Baru Terserap Rp2,05 Triliun
Berdasarkan data yang disampaikan Radar Gresik, realisasi belanja daerah hingga akhir Triwulan III mencapai Rp2,05 triliun dari alokasi Rp3,33 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan masih terdapat anggaran yang perlu direalisasikan dalam tiga bulan terakhir tahun anggaran 2026. Percepatan diperlukan agar program pemerintah tidak menumpuk menjelang akhir tahun.
Belanja modal menjadi salah satu perhatian utama karena realisasinya masih berada di angka 40,44 persen. Pos anggaran ini berkaitan dengan pembiayaan kebutuhan pembangunan dan pengadaan aset daerah.
OPD Diminta Lebih Inovatif
Nur Saidah menegaskan DPRD Gresik siap mendukung penyelesaian kendala operasional OPD melalui pembahasan dan penganggaran APBD. Namun, dukungan tersebut perlu diimbangi dengan langkah nyata dari jajaran eksekutif untuk mempercepat pelaksanaan program.
Menurutnya, OPD tidak cukup hanya berpegang pada capaian yang dianggap aman. Setiap perangkat daerah perlu mengevaluasi hambatan, menyusun langkah percepatan, serta memastikan anggaran digunakan secara efektif dan berkualitas.
“Dengan sisa waktu tiga bulan ini, pemerintah daerah harus mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran secara berkualitas. OPD harus bekerja lebih inovatif dan tidak berhenti pada capaian yang dianggap aman saja,” ujar Nur Saidah, seperti dikutip Radar Gresik, Senin (12/10/2026).
Kejar Target Pendapatan dan Kualitas Belanja
Selain realisasi belanja, capaian PAD Gresik yang disebut belum memenuhi target juga menjadi perhatian DPRD. OPD penghasil pendapatan diminta mengevaluasi strategi dan menggali potensi penerimaan daerah secara lebih optimal.
Percepatan anggaran diharapkan tidak sekadar mengejar angka realisasi, tetapi juga memastikan program memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi antara OPD penghasil pendapatan dan pelaksana belanja dinilai penting untuk menjaga kinerja keuangan daerah hingga akhir tahun.
DPRD Gresik menyatakan siap mendukung penyelesaian kendala melalui mekanisme APBD. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan mampu memaksimalkan sisa waktu tahun anggaran dengan langkah yang terukur dan progresif.