Kanalgresik.com – Tim peneliti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menguji coba Sistem Manajemen Sekolah Inklusif (SIMASIF) dengan melibatkan Guru Pendamping Khusus (GPK) dan operator sekolah penyelenggara pendidikan inklusif se-Kabupaten Gresik. Pengujian ini dilakukan untuk menyempurnakan sistem digital agar sesuai dengan kebutuhan layanan pendidikan bagi murid berkebutuhan khusus.
Uji coba berlangsung bertahap di UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LPABK) Kabupaten Gresik. Tahap awal dilaksanakan pada 9 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan uji coba skala besar pada 18 September 2026.
Libatkan Pengguna dari Berbagai Jenjang
Kegiatan ini melibatkan perwakilan pendidik dan operator sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Para peserta mendapat kesempatan mencoba langsung fitur SIMASIF melalui simulasi penggunaan sesuai kondisi di sekolah masing-masing.
Selain menguji fungsi sistem, peserta juga menyampaikan masukan mengenai kemudahan navigasi, alur penggunaan, dan kelengkapan fitur. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi tim peneliti sebelum sistem dikembangkan lebih lanjut.
Ketua Tim Peneliti SIMASIF, Dr. Hitta Alfi Muhimmah, S.Pd., M.Pd., mengatakan keterlibatan calon pengguna penting untuk memastikan sistem tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, masukan dari GPK dan operator sekolah menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan platform untuk mendukung koordinasi layanan pendidikan inklusif.
Diharapkan Mempermudah Koordinasi Layanan
Salah seorang GPK yang mengikuti uji coba menilai fitur SIMASIF cukup relevan dengan kebutuhan pendidik di sekolah. Ia berharap pengembangan sistem terus dilakukan agar koordinasi layanan bagi murid berkebutuhan khusus menjadi lebih mudah.
Keterlibatan pengguna sejak tahap pengembangan juga membuka ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan. Dengan demikian, sistem yang dibangun diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan nyata para pelaksana layanan inklusif.
Bagian dari Program BESTARI-Saintek
Pengembangan SIMASIF merupakan bagian dari Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI-Saintek) yang diselenggarakan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program kolaboratif tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan terintegrasi dalam ekosistem SEMESTA atau Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara.
Setelah melewati analisis kebutuhan, diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), serta tahapan uji coba, SIMASIF diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung penguatan ekosistem pendidikan inklusif di Kabupaten Gresik.