Kanalgresik.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik memberikan penyuluhan keamanan pangan dan higiene sanitasi kepada seluruh tahanan pendamping (tamping) dapur untuk memastikan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diolah secara bersih, aman, dan sesuai standar kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung di dapur Rutan Gresik tersebut diinisiasi peserta program MagangHub bersama tim perawat Poliklinik Rutan. Penyuluhan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan bahan pangan, proses memasak, penyimpanan makanan, serta kebersihan lingkungan dapur.
Baca juga: Rutan Gresik Beri Layanan Cek Tensi dan Gula Darah Gratis bagi Pembesuk
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa penyelenggaraan makanan merupakan layanan penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak dasar warga binaan.
“Melalui penyuluhan seperti ini, kami ingin memastikan seluruh proses penyelenggaraan makanan berjalan sesuai standar sehingga hak warga binaan tetap terpenuhi secara optimal,” kata Dhimas, Minggu (11/10/2026).
Tamping Dapur Dibekali Standar Keamanan Pangan
Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tahapan penerimaan bahan makanan, pemeriksaan kualitas bahan baku, teknik pengolahan yang higienis, hingga prosedur penyimpanan makanan sebelum dibagikan kepada warga binaan.
Penerapan prosedur tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko kontaminasi silang yang dapat memengaruhi keamanan makanan.
Selain pengolahan bahan pangan, kebersihan perorangan atau personal hygiene juga menjadi perhatian. Para tamping diingatkan untuk menggunakan pakaian kerja yang bersih, membiasakan diri mencuci tangan, serta menjaga kebersihan peralatan memasak dan area kerja.
Baca juga: Rutan Gresik Buka Akses Pendidikan, Warga Binaan Ikuti Kejar Paket C
Cegah Kontaminasi, Jaga Kualitas Makanan
Kebersihan dapur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu makanan yang disajikan setiap hari. Karena itu, pengelolaan bahan baku, peralatan, dan tempat penyimpanan perlu dilakukan secara tertib sesuai prosedur.
Materi penyuluhan juga menekankan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan dapur agar proses pengolahan makanan berlangsung aman dan risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.
Dhimas berharap seluruh petugas dan tamping yang terlibat dalam pengelolaan dapur menerapkan materi tersebut secara konsisten, bukan hanya selama kegiatan penyuluhan berlangsung.
Baca juga: Warga Binaan Rutan Gresik Produksi Songkok, Asah Ketelitian dan Kemandirian
“Kami berharap seluruh petugas maupun tamping yang terlibat dalam pengelolaan dapur dapat menerapkan materi yang telah diberikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengelolaan makanan di Rutan Gresik dapat terus memenuhi prinsip higienis, aman, sehat, dan berkualitas,” tambahnya.
Tingkatkan Standar Pelayanan Pemasyarakatan
Penyuluhan keamanan pangan ini menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas IIB Gresik meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.
Melalui peningkatan pengetahuan dan kedisiplinan pengelola dapur, Rutan Gresik berharap penyediaan makanan dapat berjalan sesuai standar kesehatan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan kondusif.
Editor : Deni Adi Santoso