Kanalgresik.com – PT Petrokimia Gresik menyiapkan 443.436 ton pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027. Persediaan tersebut berada di atas ketentuan stok pengaman pemerintah sebagai upaya menjaga kelancaran pasokan pupuk.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan kesiapan stok menjadi perhatian perusahaan agar petani dapat menjalankan musim tanam tanpa terkendala ketersediaan pupuk.
Baca juga: Batik Bangsawan dari Legowo Tembus Pasar Internasional, Petrokimia Gresik Dampingi Sejak 2016
“Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Ini bentuk dukungan kami untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi di Gresik, Senin (12/10/2026).
Ketersediaan pupuk tersebut diharapkan mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
NPK Phonska Mendominasi Persediaan
Dari total 443.436 ton pupuk bersubsidi yang disiapkan, NPK Phonska menjadi jenis dengan jumlah terbesar. Berikut rincian stok yang disampaikan perusahaan:
NPK Phonska: 261.858 ton
Urea: 95.645 ton
Petroganik: 70.054 ton
SP-36: 11.763 ton
ZA: 4.116 ton
Petrokimia Gresik menyatakan kesiapan stok tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan pupuk selama periode tanam. Kelancaran distribusi juga didukung pengelolaan gudang, transportasi, dan kepelabuhanan.
Petani Diingatkan Terapkan Pemupukan Berimbang
Selain menjamin kesiapan pasokan, perusahaan mendorong petani menerapkan pemupukan berimbang agar produktivitas tanaman tetap terjaga tanpa mengabaikan kesehatan tanah.
Berdasarkan hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen sampel dilaporkan memiliki kandungan karbon organik rendah.
Baca juga: Dari 1.041 Pendaftar, 17 Mahasiswa Gresik Lolos BESTRO Petrokimia
Padahal, bahan organik berperan penting dalam menjaga struktur tanah dan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.
Daconi menjelaskan, pupuk organik dan anorganik memiliki fungsi yang saling melengkapi. Petroganik membantu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sedangkan pupuk anorganik menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Untuk tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola pemupukan 5:3:2, yakni 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK, dan 200 kilogram Urea per hektare.
Penerapan pola tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan rekomendasi teknis setempat agar pemupukan lebih tepat sasaran.
Baca juga: Petrokimia Gresik dan MUI Perluas Kolaborasi, Bidik Ekonomi Umat hingga Pembinaan Keluarga
Sistem Digital Diperkuat untuk Jaga Pasokan
Petrokimia Gresik juga mengoptimalkan teknologi digital untuk mendukung kelancaran operasional dan distribusi pupuk.
Sistem yang digunakan meliputi Warehouse Management System (WMS) untuk pengelolaan gudang, Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) untuk penjadwalan truk, serta Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport) untuk mendukung koordinasi kepelabuhanan.
Pemanfaatan sistem tersebut diharapkan membantu menjaga kesinambungan pasokan bahan baku, kelancaran produksi, dan pengelolaan distribusi.
Dengan stok pupuk yang disiapkan serta penguatan sistem operasional, Petrokimia Gresik berupaya mendukung kebutuhan petani selama musim tanam 2026–2027.
Editor : Radit