Kanalgresik.com – Sebanyak 28 kader dan alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengikuti Pelatihan Jurnalistik Batch #3 yang digelar DPC GMNI Surabaya Raya bersama Rumah Literasi Digital (RLD) di The Alana Hotel Surabaya, Jumat (16/10/2026). Pelatihan ini menekankan pentingnya kemampuan memverifikasi informasi, mengasah nalar kritis, dan menyusun kritik berdasarkan data di tengah maraknya hoaks.
Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi dan Wakil Ketua Umum Bidang Migas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Tri Prakoso menjadi dua tokoh yang mendorong kader GMNI agar lebih cermat membaca informasi dan memahami persoalan sebelum menyampaikan pendapat.
Baca juga: Bhinneka Tunggal Ika Jadi Kekuatan Hadapi Polarisasi Ruang Digital
Mengusung tema Merawat Nalar Kritis dalam Penulisan & Jurnalisme, kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan menulis berita, tetapi juga kemampuan menilai kebenaran informasi, memahami kepentingan di balik kebijakan, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Bupati Nganjuk Ingatkan Bahaya Hoaks dan Framing
Marhaen Djumadi menilai keterampilan jurnalistik dapat memperluas kapasitas kader GMNI, terutama dalam menghadapi informasi yang mengandung hoaks, framing, maupun pesan dengan tujuan yang tidak jelas.
Menurutnya, kemampuan literasi menjadi penting agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan ketika memahami persoalan sosial maupun menentukan sikap.
“Banyak informasi yang mengandung hoaks, framing, maupun informasi dengan tujuan yang tidak jelas. Jika tidak memiliki kecakapan literasi dan kemampuan menyampaikan opini secara kritis, kita bisa terjerumus pada hal-hal yang kurang baik,” kata Marhaen.
Ia juga mendorong pelatihan serupa terus dilaksanakan dengan melibatkan Persatuan Alumni (PA) GMNI. Keterlibatan alumni dinilai dapat memperluas jejaring, membuka ruang pertukaran pengalaman, dan membantu kader mengembangkan kapasitas diri.
Marhaen berharap hubungan kader dan alumni tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung proses kaderisasi dan pengembangan generasi muda.
Kadin Jatim: Kritik Perlu Didukung Data
Wakil Ketua Umum Bidang Migas Kadin Jawa Timur Tri Prakoso menegaskan bahwa prinsip jurnalistik bermanfaat bagi siapa pun, termasuk mahasiswa yang aktif dalam gerakan sosial.
Menurut Tri, jurnalistik melatih seseorang membaca situasi, menguji informasi, serta menelusuri motif dan kepentingan yang mungkin memengaruhi suatu peristiwa.
“Belajar jurnalistik tidak berarti kita harus menjadi wartawan. Lebih dari itu, jurnalistik merupakan sarana untuk melatih nalar kritis, membaca situasi, menguji informasi, dan memahami motif di balik sebuah peristiwa,” ujar Tri.
Ia mengingatkan bahwa informasi dapat digunakan untuk membentuk opini dan memengaruhi cara pandang masyarakat. Karena itu, kader mahasiswa perlu membangun argumentasi dengan data dan pemahaman yang memadai.
Tri mencontohkan, kritik terhadap kebijakan seharusnya tidak berhenti pada penolakan. Kritik perlu menjelaskan persoalan yang dihadapi, pihak yang memperoleh manfaat, serta dampaknya bagi masyarakat.
Ia juga mendorong peserta menggabungkan keterampilan jurnalistik dengan analisis akademik agar gagasan yang disampaikan memiliki dasar intelektual dan bukti yang jelas.
“Tujuannya bukan membela kelompok tertentu, melainkan memperjuangkan keadilan agar kepentingan masyarakat dan pemerintah dapat ditempatkan secara proporsional,” katanya.
Lima Pemateri Berikan Materi Jurnalistik Digital
Selain penguatan nalar kritis, pelatihan ini menghadirkan materi teknis yang relevan dengan kebutuhan media di era digital.
Peserta mempelajari penulisan artikel berbasis search engine optimization (SEO), foto jurnalistik, prinsip peliputan aman (safe reporting), serta pembuatan dan pengelolaan konten media sosial.
Lima pemateri yang terlibat yakni Koordinator Pewarta Foto Indonesia (PFI) Wilayah Indonesia Timur Ali Masduki, Direktur RLD Andika Ismawan, praktisi AI Filmmaker RLD Deni Adi Santoso, pegiat media sosial Eko Edi Rangkutih, dan pengembang web RLD Fatchur Rohman.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Koordinator Bidang Invensi dan Inovasi BRIDA Jawa Timur Himawan Estu Bagijo serta Ketua PGRI Jawa Timur H. Djoko Adi Waluyo sebagai pembicara utama.
GMNI Harap Kolaborasi Berlanjut
Sekretaris Jenderal GMNI Surabaya Raya Alif Susilo Yusuf Hadiwijoyo mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pelatihan. Ia menyebut kegiatan berjalan lancar dan memberikan tambahan wawasan kepada 28 peserta.
“Saya bersyukur acara ini bisa berjalan dengan lancar dan 28 peserta mendapatkan tambahan ilmu serta wawasan baru. Saya juga mengapresiasi kehadiran tiga alumni yang berkenan hadir dan memberikan sambutan,” kata Alif.
Ia turut mengapresiasi dukungan The Alana Hotel Surabaya dan berharap kolaborasi antara GMNI Surabaya Raya, RLD, serta pihak hotel dapat berlanjut dalam jangka panjang.
Melalui pelatihan tersebut, GMNI Surabaya Raya dan RLD berharap kader mampu mengembangkan keterampilan jurnalistik sekaligus membangun kebiasaan memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membaca persoalan secara lebih mendalam, menyusun kritik berbasis fakta, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Editor : Deni Adi Santoso