Kanalgresik.com – Bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Surabaya kini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Kokoon Hotel Surabaya memadukan fungsi hotel modern dengan konsep Living Museum, menghadirkan koleksi benda antik yang mengajak pengunjung menelusuri jejak aktivitas perkantoran pada era 1900-an.
Berlokasi di Jalan Slompretan Nomor 26, hotel ini menyimpan beragam artefak bersejarah yang ditempatkan di sejumlah area publik. Pengunjung dapat melihat koleksi tersebut sambil menikmati suasana hotel tanpa harus memasuki ruang museum khusus.
Konsep ini menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Kota Pahlawan melalui benda-benda yang pernah digunakan dalam aktivitas bisnis dan perkantoran pada masa lalu.
Mesin Ketik hingga Brankas Antik Jadi Daya Tarik
Sejumlah koleksi yang ditampilkan antara lain proyektor film Bell & Howell Lumina II, mesin ketik Olympia, telepon putar Zamona, mesin hitung mekanik Olivetti, serta brankas antik berukuran besar dengan bobot mencapai beberapa ton.
Benda-benda tersebut menggambarkan perkembangan teknologi dan aktivitas administrasi sebelum perangkat digital digunakan secara luas seperti sekarang.
Untuk membantu pengunjung memahami kisah di balik setiap koleksi, Kokoon Hotel Surabaya menyediakan QR Code pada artefak yang dipamerkan. Kode tersebut dapat dipindai untuk mengakses informasi mengenai sejarah, fungsi, asal-usul, dan cerita benda terkait.
Informasi tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris sehingga dapat diakses secara mandiri oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Asst. Sales & Marketing Communication Manager Kokoon Hotel Surabaya, Tegar Kanugran, mengatakan konsep Living Museum dirancang agar koleksi bersejarah tidak hanya menjadi hiasan interior, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif kepada pengunjung.
“Kami ingin Living Museum di Kokoon Hotel Surabaya tidak sekadar menjadi ruang untuk memajang benda-benda lama, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang memungkinkan tamu mengenal cerita di balik setiap koleksi,” ujar Tegar.
Bangunan Punya Riwayat Panjang Sejak Awal 1900-an
Daya tarik Living Museum tidak terlepas dari perjalanan bangunan yang kini digunakan sebagai Kokoon Hotel Surabaya. Bangunan di kawasan Kota Tua tersebut disebut pernah menjalankan sejumlah fungsi bisnis sejak awal abad ke-20.
Pada awal 1900-an, bangunan itu disebut pernah digunakan sebagai pabrik korek api milik perusahaan Belanda, sebelum beralih fungsi menjadi gudang VOC. Sekitar 1920, bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai kantor PT Dwi Satrya Utama, perusahaan perdagangan yang menjalankan aktivitas bisnis hingga awal 2000-an.
Bangunan itu juga pernah digunakan oleh sejumlah perusahaan lain sebelum akhirnya menjalani renovasi pada 2016–2017. Proses renovasi dilakukan dengan mempertahankan karakter dan nilai sejarah bangunan.
Pada 2018, bangunan tersebut resmi bertransformasi menjadi Kokoon Hotel Surabaya. Fungsi akomodasi modern kemudian berpadu dengan karakter arsitektur bersejarah yang masih dipertahankan.
Sejarah Surabaya Dikemas Lebih Interaktif
Melalui Living Museum, Kokoon Hotel Surabaya berupaya memperkenalkan sejarah kawasan Surabaya Utara dengan pendekatan yang lebih dekat kepada wisatawan. Keberadaan QR Code memungkinkan pengunjung memperoleh informasi koleksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjelasan pemandu.
Tegar mengatakan sejarah merupakan bagian penting dari identitas Surabaya. Karena itu, keberadaan Living Museum diharapkan memperkaya pengalaman wisatawan saat menjelajahi kawasan Kota Tua.
Perpaduan bangunan heritage, artefak lama, dan fasilitas hotel modern juga menawarkan cara berbeda untuk menikmati wisata sejarah. Pengunjung tidak hanya melihat bentuk benda peninggalan masa lalu, tetapi dapat mempelajari fungsi serta konteks penggunaannya.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana bangunan lama dapat dimanfaatkan kembali dengan tetap menghadirkan cerita mengenai perjalanan kawasan dan perkembangan aktivitas bisnis di Surabaya.