Kanalgresik.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, diarahkan menjadi ruang pemasaran produk lokal sekaligus akses kebutuhan pertanian bagi masyarakat desa. Sejumlah produk unggulan, mulai dari telur asin, batik, sayuran, kerupuk hingga olahan rumah tangga, dinilai berpotensi mengisi etalase koperasi tersebut.
Persiapan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa dengan menghubungkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, pemerintah desa, serta pengelola koperasi.
Baca juga: Pesanan Konsumsi Rapat Pemerintah Jadi Peluang Baru bagi UMKM Gresik
Sudarmanto menyampaikan bahwa Benjeng memiliki beragam produk masyarakat yang layak dipasarkan melalui KDMP. Selain membuka akses pasar, koperasi diharapkan membantu petani mendapatkan kebutuhan usaha tani, terutama pupuk dan peralatan pertanian.
Produk Lokal Perlu Disiapkan Sebelum KDMP Beroperasi
Keberadaan KDMP dinilai dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk UMKM setempat. Namun, pelaku usaha perlu memastikan kualitas, kemasan, ketersediaan stok, dan kesinambungan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan gerai.
Produk seperti telur asin, batik lokal, sayuran, kerupuk, dan makanan olahan rumah tangga berpotensi menjadi bagian dari pilihan barang yang ditawarkan kepada masyarakat.
Kesiapan tersebut menjadi penting agar produk lokal tidak hanya masuk ke etalase pada tahap awal, tetapi juga mampu bersaing dan dipasarkan secara berkelanjutan.
DPRD Dorong Desa Petakan Potensi UMKM
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Mochammad, menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam memetakan potensi usaha masyarakat. Menurutnya, produk lokal harus dipersiapkan sebelum KDMP beroperasi penuh.
Baca juga: Bupati Yani Tegaskan Bunda Puspa Tak Boleh Berhenti di Pelatihan, Alumni Harus Didampingi
Ia menggambarkan gerai KDMP dirancang memiliki standar pelayanan ritel modern seperti minimarket pada umumnya, tetapi memberikan prioritas pemasaran kepada produk buatan masyarakat setempat.
“Ketika KDMP berjalan, produk lokal harus sudah siap dan kuat agar bisa mengisi etalase toko koperasi. Karena itu, pemerintah desa, khususnya sekretaris desa, perlu ikut mengawal, mengidentifikasi, dan mendukung kesiapan produk UMKM di wilayahnya masing-masing,” ujar Mochammad.
Pemetaan dapat dilakukan dengan mendata jenis usaha, kapasitas produksi, standar mutu, serta kemampuan pelaku UMKM memenuhi permintaan pasar. Langkah ini juga dapat membantu pengelola koperasi menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Baca juga: Batik Bangsawan dari Legowo Tembus Pasar Internasional, Petrokimia Gresik Dampingi Sejak 2016
KDMP Diharapkan Menghubungkan UMKM dan Petani
Selain pemasaran produk, KDMP di Benjeng diharapkan menjadi sarana untuk mempermudah petani memperoleh pupuk dan alat pertanian. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Sinergi antara pengelola koperasi, pemerintah desa, UMKM, dan kelompok petani menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha tersebut.
Jika persiapan produk dan kebutuhan pertanian dilakukan secara terencana, KDMP berpeluang memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa. Namun, manfaat tersebut akan bergantung pada kesiapan operasional, tata kelola koperasi, serta kemampuan menjaga kualitas dan ketersediaan barang.
Editor : Deni Adi Santoso