Kanalgresik.com – Ziarah ke makam pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kader terhadap organisasi, agama, dan bangsa. Kegiatan yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bersama Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur dan jajaran NU Gresik itu berlangsung Selasa (20/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., menilai ziarah muassis bukan sekadar kegiatan mengenang tokoh terdahulu, melainkan sarana menyambungkan kembali semangat perjuangan ulama dengan pengabdian kader NU pada masa kini.
Baca juga: PAC ISNU Benjeng Ajak Gen Z Berani Bermimpi, Tiga Tokoh Lokal Jadi Inspirasi
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan ziarah ke makam KH Muhammad Faqih Maskumambang, kemudian dilanjutkan ke makam KH Abdul Jabbar.
Mengenang Perjuangan Ulama dan Santri
Prof Afif menyampaikan bahwa ziarah muassis NU pada momentum Hari Santri memiliki makna penting untuk mengingat kembali kontribusi ulama dan santri dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, dan doa para ulama serta santri yang turut berjuang bagi bangsa.
“Ziarah ini menjadi bentuk sowan spiritual sekaligus penghormatan tertinggi kepada para muassis dan muharrik NU,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Ia menekankan, mengenang para pendahulu perlu menjadi dorongan bagi generasi penerus untuk melanjutkan nilai perjuangan yang telah diwariskan.
Baca juga: Sambut Hari Santri, MWCNU Balongpanggang Telusuri Jejak Perjuangan Pendiri NU
Ziarah Jadi Penguat Semangat Khidmah
Bagi kader NU, ziarah ke makam para muassis juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen pengabdian atau khidmah. Nilai perjuangan para ulama diharapkan tetap menjadi pedoman dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat.
Semangat tersebut dinilai relevan bagi kader NU dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan sarjana yang berperan dalam pengembangan pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Momentum Hari Santri pun menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti pada generasi terdahulu. Nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap bangsa perlu diteruskan melalui kerja nyata.
Diikuti Jajaran NU dan Badan Otonom
Kegiatan ziarah diikuti sejumlah unsur organisasi, di antaranya PWNU Jawa Timur, PCNU Gresik, MWCNU Dukun, PW ISNU Jawa Timur, PC ISNU Gresik, PAC ISNU Dukun, PAC ISNU Panceng, dan PAC ISNU Bungah. Hadir pula perwakilan Fatayat NU dan Kader Penggerak NU.
Baca juga: Perkuat Organisasi hingga Tingkat Ranting, NU Driyorejo Matangkan Agenda Hari Santri 2026
Dari PWNU Jawa Timur, hadir Katib Syuriyah KH Ahsanul Haq bersama Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur Muhammad Qoderi. Sementara itu, PW ISNU Jawa Timur diwakili langsung oleh Prof Afif.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan keterhubungan antartingkatan organisasi dalam menjaga tradisi penghormatan kepada ulama sekaligus memperkuat kesinambungan perjuangan NU.
Melalui ziarah muassis ini, para peserta diharapkan semakin memahami sejarah perjuangan organisasi dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, agama, dan bangsa.
Editor : Deni Adi Santoso