Kanalgresik.com – Hari kedua Kemah Besar Pandu Ma’arif NU Cabang Gresik 2026 diisi dengan kegiatan penghijauan dan sejumlah agenda edukatif. Sebanyak 200 bibit pohon buah ditanam di kawasan Universitas Sunan Gresik (USG), Kecamatan Sidayu, Sabtu (31/10/2026).
Penanaman melibatkan 200 gugusdepan dengan berbagai jenis pohon produktif, di antaranya mangga, jambu biji, jambu air, dan keres.
Baca juga: BPJS Kesehatan Gresik Salurkan Klaim Faskes, Rp5,1 Triliun Telah Dibayarkan hingga Oktober
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga membangun kepedulian peserta didik terhadap kelestarian lingkungan.
Ketua Pelaksana Kemah Besar Sako Ma’arif NU Cabang Gresik, Moh Misbahuddin, S.Pd., menjelaskan bahwa penanaman pohon diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga menanamkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap alam,” terang Misbahuddin melalui Tim Media, Sabtu (31/10/2026).
Tanamkan Kepedulian terhadap Alam
Menurut Misbahuddin, penanaman pohon menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya penghijauan, mengurangi polusi, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Selain memberikan manfaat ekologis, pohon-pohon produktif yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang nantinya bisa dinikmati bersama.
Baca juga: Hak Rawat Kelas 1 Dipertanyakan, Keluarga Pasien Soroti Pelayanan RS Nyai Ageng Pinatih Gresik
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta Ikuti Forum dan Materi Edukatif
Selain penghijauan, hari kedua Kemah Besar Pandu Ma’arif NU Gresik juga diisi sejumlah kegiatan edukatif. Agenda tersebut meliputi Forum Pandu Ma’arif, pengenalan AD/ART Gerakan Pramuka, materi ketahanan pangan, serta pengenalan Satuan Karya (SAKA).
Berbagai materi tersebut dirancang untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, dan memberikan pengalaman kepramukaan yang lebih beragam kepada peserta.
Masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri, pada sore hari peserta dijadwalkan mengikuti ziarah muasis ke makam Mbah Faqih Maskumambang di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini direncanakan melibatkan sekitar 400 peserta sebagai bentuk penghormatan dan upaya meneladani perjuangan para ulama.
Baca juga: Polsek Kedamean Selesaikan Dugaan Pengeroyokan di Turirejo Lewat Restorative Justice
Penutupan Dijadwalkan 1 November
Kemah Besar Pandu Ma’arif NU Cabang Gresik 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (1/11/2026). Pada agenda penutupan, panitia menyiapkan kegiatan bertajuk “SAKO BERSHOLAWAT” yang diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 orang.
Misbahuddin berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang religius, memiliki wawasan kebangsaan, peduli terhadap lingkungan, serta mempunyai semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Kemah Besar Pandu Ma’arif NU Cabang Gresik 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2026. Penutupan akan ada agenda SAKO BERSHOLAWAT yang dihadiri sekitar 3.000 orang. Dari kegiatan ini semoga lahir generasi muda yang berjiwa religius, berwawasan kebangsaan, peduli lingkungan, serta memiliki semangat pengabdian,” pungkasnya.
Editor : Deni Adi Santoso