Kanalgresik.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik bersama Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar penyuluhan bagi penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Gedung Putri Cempo, Pemkab Gresik, Senin (26/10/2026). Kegiatan bertema “Menyelamatkan Negeri dari Ancaman Narkoba” ini menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang kesehatan, pemerintahan, dan keagamaan. Pembina PKK sekaligus narasumber kesehatan, dr. Hj. Shinta Puspitasari, M.Kes., memaparkan pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai langkah awal melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Keluarga dan Lingkungan Punya Peran Penting
Dalam pemaparannya, Shinta menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman bagi kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, keamanan lingkungan, serta masa depan generasi muda.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, perilaku, kedisiplinan, dan nilai kehidupan anak. Karena itu, upaya pencegahan perlu diperkuat melalui kepedulian komunitas dan lingkungan desa maupun kelurahan.

Pencegahan narkoba, lanjutnya, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kader PKK, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai unsur masyarakat perlu terlibat aktif dalam membangun lingkungan yang sehat dan aman.

Pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan narkoba dimulai dari keluarga, diperkuat komunitas, dan diwujudkan melalui gerakan bersama di tingkat desa dan kelurahan.

BNNK Gresik Tekankan Upaya Pencegahan
Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si., turut memberikan pengarahan mengenai langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Gresik.

Dari perspektif agama, Imam Hanafi, M.Ag., yang juga dikenal sebagai Imam Chanafi, menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan karena dapat merusak akal, jiwa, dan tubuh manusia.

Ia mengajak masyarakat memperkuat keimanan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta berperan aktif dalam upaya memberantas peredarannya demi melindungi generasi bangsa.

Peserta Minta Penyuluhan Menjangkau Daerah
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Salah satu perwakilan dari Metatu, Kecamatan Benjeng, yang juga merupakan Ika Duta HIV, menyampaikan aspirasi agar kegiatan seminar dan penyuluhan P4GN dapat diselenggarakan di wilayahnya.

Kegiatan itu juga dihadiri Gus Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., pemerhati hukum, jurnalis senior, serta pimpinan Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Kabupaten Gresik.

Gus Aulia berharap gerakan para penggiat P4GN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengajak para relawan untuk terus berjuang bersama dalam upaya memberantas narkoba.

“Hidup adalah pengabdian, Khoirunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). Mari seluruh relawan P4GN berjuang bersama memberantas narkoba,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, BNNK, kader PKK, tokoh agama, lembaga kemasyarakatan, dan relawan diharapkan semakin kuat untuk mendorong lingkungan Kabupaten Gresik yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.