Kanalgresik.com – Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Al-Azhar (UIZ) Gresik menggelar stadium general untuk membahas rekonstruksi pendidikan Islam di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Ahad (25/10/2026).

Kegiatan yang menghadirkan pakar pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., tersebut mengangkat tema “Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Kecerdasan Buatan: Nalar Kritis, Etika, dan Transformasi Pedagogis”.

Forum akademik ini diikuti mahasiswa Magister PAI serta dihadiri pimpinan Universitas Islam Al-Azhar Gresik, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti, dan jajaran pengelola program studi.

AI Menuntut Pembelajaran yang Kritis dan Bertanggung Jawab
Pembahasan dalam stadium general menyoroti perubahan dunia pendidikan akibat pesatnya perkembangan teknologi AI. Teknologi ini membuka peluang untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif, tetapi juga menuntut kemampuan pendidik dan mahasiswa dalam menggunakannya secara kritis serta bertanggung jawab.

Dalam pendidikan agama Islam, pemanfaatan teknologi tidak cukup sebatas penggunaan perangkat digital. Pembaruan juga perlu mencakup paradigma pembelajaran, peran pendidik, pembentukan karakter, dan kemampuan peserta didik memahami serta mengamalkan nilai-nilai keislaman.

Materi utama disampaikan Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., dengan moderator Ketua Program Studi Magister PAI, Dr. Moh. Rifqi Rahman, M.Pd.

Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan akademik yang lebih luas untuk memahami peluang dan tantangan pendidikan Islam di era kecerdasan buatan.

Tradisi Pesantren dan Pembaruan Ilmu
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti Gresik, Dr. KH. Mulyadi, M.M., dalam sambutan sekaligus doa pembuka menekankan pentingnya prinsip al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.

Prinsip tersebut menjadi landasan bagi lembaga pendidikan Islam untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus terbuka terhadap pembaruan. Ia juga menekankan semangat iqra atau membaca sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas diri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathan, dan Mars Al-Azhar.

Penyelenggaraan stadium general ini menjadi bagian dari upaya Program Magister PAI UIZ Gresik memperkuat tradisi akademik dan mendorong pengembangan pendidikan Islam yang mampu merespons perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.