Kanalgresik.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kabupaten Gresik mulai mematangkan sejumlah program strategis untuk meningkatkan tata kelola dan mutu pendidikan. Salah satu agenda prioritas kepengurusan baru periode 2026–2028 adalah menyiapkan bimbingan teknis (bimtek) penyusunan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2027.

Agenda tersebut dibahas dalam pertemuan rutin MKKS SMP Swasta di SMP Muhammadiyah 7 Cerme, Gresik, Rabu (21/10/2026). Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum serah terima jabatan ketua dari Mulyono, M.Pd., kepada Fahruddin, S.Pd., yang terpilih memimpin organisasi untuk periode 2026–2028.

Selain pergantian kepemimpinan, forum membahas penguatan koordinasi antarkepala sekolah, evaluasi program, peningkatan kompetensi guru, hingga penyusunan strategi untuk mendukung capaian akademik siswa.

Fahruddin Fokus Perkuat Tata Kelola Sekolah
Ketua MKKS SMP Swasta Gresik yang baru, Fahruddin, S.Pd., menyatakan komitmennya melanjutkan konsolidasi organisasi agar lebih adaptif menghadapi dinamika dunia pendidikan.

Salah satu perhatian utama adalah meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan bendahara terkait perencanaan serta pengelolaan anggaran yang akuntabel.

Untuk mendukung agenda tersebut, MKKS menunjuk Kepala SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang, Abdul Rohman, sebagai penanggung jawab bidang Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).

MKKS juga merencanakan bimtek penyusunan ARKAS secara kolaboratif bersama MKKS SMP Negeri. Kegiatan itu direncanakan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Gresik pada akhir November atau awal Desember 2026.

Sementara itu, Mulyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah swasta atas soliditas dan semangat gotong royong selama masa kepemimpinannya.

Ia berharap kepengurusan baru dapat mempertahankan program positif sekaligus menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan sekolah swasta.

Evaluasi Program Sinau Bareng dan Usulan Try Out TKA
Dalam pertemuan tersebut, pengurus MKKS turut mengevaluasi pelaksanaan program edukasi Sinau Bareng Radar Gresik. Pembahasan mencakup koordinasi sekolah, petugas keamanan, dan penanggung jawab penerimaan koran agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar.

MKKS juga mengusulkan penyesuaian kuota minimal peserta dari 50 menjadi 20 siswa serta opsi penyesuaian biaya kegiatan agar lebih terjangkau bagi sekolah swasta.

Selain itu, pengurus mengusulkan perubahan sasaran peserta program. Jika sebelumnya menyasar siswa kelas VIII untuk persiapan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), ke depan diusulkan beralih menjadi Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas IX.

Usulan tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan pemetaan kemampuan akademik siswa.

Dorong Optimalisasi BOSDA dan Pengembangan Guru
MKKS SMP Swasta Gresik juga mendorong agar penyerapan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang dialokasikan lebih dari Rp9 miliar per tahun dapat berjalan efisien dan sesuai Peraturan Bupati.

Bantuan tersebut diharapkan mendukung peningkatan mutu pembelajaran, perbaikan sarana dan prasarana ringan, serta kebutuhan operasional yang berkaitan dengan evaluasi TKA.

Program lainnya meliputi percepatan validasi data sekolah, pelatihan strategi pembelajaran modern bagi guru, pembentukan kanal komunikasi melalui situs resmi MKKS, serta gagasan lomba guru berprestasi antarsekolah swasta.

Melalui kepengurusan baru, MKKS SMP Swasta Kabupaten Gresik berharap koordinasi antarsekolah semakin kuat dan pengelolaan pendidikan semakin profesional, transparan, serta mampu meningkatkan daya saing sekolah swasta.