Kanalgresik.com – Inovasi pembelajaran untuk mengenalkan budaya lokal kepada anak usia dini mengantarkan Nur Aini Mahubah, S.Pd., meraih Juara I Anugerah Guru Prima (AGP) tingkat Kabupaten Gresik 2026. Guru PAUD Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut mengembangkan media pembelajaran bertajuk Griya Jelajah Gresik agar anak-anak mengenal kekayaan budaya daerah melalui cara yang menyenangkan.
Prestasi yang diraih melalui ajang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu menjadi salah satu capaian guru PAUD Muslimat NU di Kabupaten Gresik. Ketua PC Muslimat NU Gresik, Nyai Hj. Aliyah Ghozali, S.AP., M.Pd.I., mengapresiasi para pendidik yang terus mengembangkan kompetensi dan menghasilkan inovasi di bidang pendidikan.
“Guru PAUD Muslimat NU harus semakin bermunculan menunjukkan kualitas dan kompetensinya,” ujar Aliyah, Kamis (15/10/2026).
Inovasi Pembelajaran Bawa Nur Aini ke Puncak Kompetisi
Nur Aini menjelaskan, perjalanan meraih Juara I AGP tingkat Kabupaten Gresik tidak berlangsung singkat. Ia harus melewati seleksi tingkat kecamatan sebelum bersaing dengan para peserta terbaik dari berbagai kecamatan di tingkat kabupaten.
Media Griya Jelajah Gresik menjadi inovasi yang diusung dalam kompetisi tersebut. Melalui media ini, Nur Aini berupaya memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak dengan pendekatan pembelajaran yang menarik dan mudah diterima.
Setelah masuk lima besar dan mengikuti babak final, ia akhirnya berhasil meraih posisi pertama dalam kompetisi tersebut.
“Perjalanan ini menjadi bukti bahwa saya sebagai guru Muslimat NU juga mampu berinovasi, menghasilkan karya, dan bersaing dengan siapa pun,” kata Nur Aini.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur. Dukungan dan doa dari masyarakat juga diharapkan dapat membantunya mempersiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya.
Muslimat NU Dorong Guru Terus Berkembang
Ketua PC Muslimat NU Gresik, Aliyah Ghozali, menilai prestasi para guru menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi pendidik lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan profesional.
Menurutnya, kompetisi dapat menjadi ruang bagi guru untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman, dan mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah memperkuat kiprah Muslimat NU di sektor pendidikan.
“Maka saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya, karena turut memberikan penguatan kehadiran Muslimat NU di sektor pendidikan,” imbuh Aliyah, yang juga mengasuh Pondok Pesantren As-Salafi Al-Kholili Gresik.
Selain Nur Aini, sejumlah guru PAUD Muslimat NU di beberapa kecamatan di Gresik juga dilaporkan meraih juara dalam lomba inovasi pembelajaran.
Capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi berlanjut pada pengembangan metode belajar yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.