Kanalgresik.com – Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, meminta sekolah menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pembentukan karakter siswa. Ia menekankan pentingnya soft skill, seperti empati, kerja sama, tanggung jawab, dan sopan santun kepada guru, di tengah tantangan perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Alif saat meninjau program Sinau Bareng Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2026 di SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Rabu (14/10/2026). Program literasi tahunan yang memasuki tahun kelima itu melibatkan siswa, pendidik, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.
“Jangan hanya mengejar hard skill. Anak-anak juga perlu dibekali soft skill, seperti empati, kerja sama, tanggung jawab, dan sopan santun kepada guru,” tegas Alif.
Belanja Pendidikan Capai Sekitar 26 Persen APBD
Dalam dialog bersama para pendidik, Alif menyebut alokasi belanja pendidikan dalam APBD Kabupaten Gresik mencapai sekitar 26 persen dari total belanja daerah yang disebut sebesar Rp3,5 triliun.
“Anggaran pendidikan Gresik mencapai sekitar 26 persen dari belanja APBD. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dukungan Pemkab Gresik berupa bantuan seragam gratis bagi siswa sekolah swasta. Selain itu, penyaluran insentif guru kini dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima untuk mengurangi kendala administrasi di tingkat yayasan.
Alif mengajak pengelola sekolah swasta menyampaikan informasi mengenai program pemerintah tersebut kepada masyarakat agar manfaatnya diketahui secara luas.
Sinau Bareng Perkuat Budaya Literasi
Program Sinau Bareng 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Radar Gresik dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Kementerian Agama Gresik, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri dan Swasta, serta Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) se-Kabupaten Gresik.
Kegiatan dipusatkan di SMP YPI Darussalam 1 Cerme dengan pengerjaan soal yang didukung Ruang Guru sebagai penyedia bank soal. PT Aji Bakuh Anugrah turut menjadi sponsor utama.
Kepala SMP YPI Darussalam 1 Cerme sekaligus Wakil Ketua MKKS SMP Swasta Kabupaten Gresik, Harianto, menilai literasi harus membentuk kemampuan siswa dalam memahami informasi dan menerapkan pengetahuan secara tepat.
“Literasi bukan sekadar membaca dan menjawab soal, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan,” kata Harianto.
Melalui kegiatan tersebut, penguatan literasi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa di sekolah.