Kanalgresik.com – Sentra penjualan telur ikan segar menjadi salah satu potensi unggulan yang ingin dimaksimalkan untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Kota Gresik. Selain membenahi kebersihan dan ketertiban lapak, pengelola pasar menyiapkan promosi berbasis teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Penataan Pasar Kota di Jalan Samanhudi mulai dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menarik kembali pembeli di tengah persaingan dengan toko daring.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Pasar Kabupaten Gresik, Mohammad Zein, mengatakan kebersihan menjadi salah satu faktor penting untuk menarik minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional.
“Kami ingin pasar ini jadi bersih sehingga menjadi salah satu upaya nyata untuk menarik minat pengunjung,” ujar Zein, Kamis (15/10/2026).
Telur Ikan Jadi Daya Tarik Pasar Kota
Pasar Kota Gresik memiliki potensi perdagangan yang khas, yakni sentra penjualan telur ikan segar. Komoditas ini selama ini menjadi tujuan pembeli dan pengunjung dari luar daerah.
Potensi tersebut akan dimanfaatkan sebagai daya tarik untuk memperkenalkan kembali Pasar Kota kepada masyarakat yang lebih luas. Pengelola juga berencana menggunakan teknologi digital, termasuk AI, untuk mendukung promosi dan pemasaran komoditas unggulan pasar.
Zein berharap, meningkatnya kunjungan ke sentra telur ikan dapat berdampak positif terhadap pedagang lain di sekitarnya.
“Di sini ada kearifan lokal yang jadi jujukan warga dari luar kota, yaitu sentra telur ikan. Kalau tempatnya bersih dan nyaman, pengunjung bisa berlama-lama belanja. Otomatis lapak-lapak lain di sekitarnya juga ikut ketiban rezeki,” katanya.
Trotoar Ditata, Kenyamanan Pengunjung Ditingkatkan
Selain menyiapkan strategi promosi, Diskoperindag Gresik mengerahkan puluhan petugas untuk membersihkan dan menata lingkungan pasar. Pembenahan juga menyasar lapak pedagang yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan.
Lapak yang menutup jalur pejalan kaki selama ini membuat pengunjung kesulitan mengakses area pasar. Sebagian harus melewati lorong pasar yang sempit atau berjalan di bahu jalan raya sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
Karena itu, pengelola melakukan pendekatan edukatif kepada pedagang agar trotoar kembali digunakan sesuai fungsinya.
“Kami edukasi para pedagang agar trotoar kembali difungsikan sebagaimana fungsinya. Perlahan kita tata lingkungan ini agar pasar kembali ramai,” jelas Zein.
Penataan kebersihan, ketertiban lapak, dan promosi digital diharapkan dapat berjalan beriringan. Dengan memaksimalkan potensi lokal yang sudah dikenal masyarakat, Pasar Kota Gresik diharapkan kembali menjadi tujuan belanja yang nyaman bagi warga maupun pengunjung dari luar daerah.