Kanalgresik.com – Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif mendorong sekolah menyeimbangkan kemampuan akademik dan pembentukan karakter siswa. Pesan tersebut disampaikan saat mengunjungi UPT SMP Negeri 5 Gresik di Cerme dalam rangka program Sinau Bareng Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2026, Rabu (14/10/2026).

Menurut Asluchul Alif, peningkatan kemampuan akademik atau hard skill harus berjalan seiring dengan penguatan soft skill, seperti etika, kesopanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Peran guru dinilai penting untuk memastikan siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

“Saya berharap guru-guru di sini mengajari dua hal, yaitu hard skill dan soft skill. Namun yang paling penting adalah soft skill. Jangan sampai anak-anak kita hilang soft skill-nya saat hard skill-nya meningkat. Kedua hal ini harus tumbuh seimbang,” tegas Asluchul Alif.

SMPN 5 Gresik Miliki 1.028 Siswa
Dalam kunjungan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT SMPN 5 Gresik, H. Muhammad Kholik, menyampaikan bahwa sekolahnya memiliki 1.028 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar.

Kegiatan pendidikan di sekolah tersebut didukung 66 tenaga pendidik dan kependidikan dari berbagai status kepegawaian, mulai dari PNS, PPPK, PPPK paruh waktu, hingga tenaga wiyata bakti.

Kholik mengapresiasi program Sinau Bareng karena dinilai dapat menguji kemampuan sekaligus mendorong peningkatan literasi dan numerasi siswa, khususnya kelas VIII.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan untuk memberikan tantangan belajar bagi siswa sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Gresik.

Guru Diminta Menjadi Teladan bagi Siswa
Selain menekankan pendidikan karakter, Asluchul Alif mengingatkan para guru agar menjaga kewibawaan dan kesopanan dalam menjalankan tugas. Guru dan orang tua, menurutnya, memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak melalui keteladanan.

Ia juga meminta tenaga pendidik terus memperbarui pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin dikenal di kalangan pelajar.

Kemampuan guru untuk beradaptasi dengan teknologi dinilai penting agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan siswa. Meski demikian, penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan pendampingan dan penguatan nilai-nilai karakter.

Pemkab Gresik Tekankan Transparansi Pendidikan
Dalam arahannya, Asluchul Alif turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menjaga transparansi tata kelola pendidikan, termasuk dalam pengelolaan birokrasi dan jenjang karier kepala sekolah melalui sistem Manajemen Talenta (MyASN).

Ia menyatakan tidak boleh ada praktik pungutan liar maupun permintaan setoran dalam proses tersebut. Dengan tata kelola yang profesional, para guru diharapkan dapat lebih fokus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Program Sinau Bareng 2026 menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gresik dan Radar Gresik untuk mendorong peningkatan literasi, numerasi, serta kualitas pendidikan pelajar.