Kanalgresik.com – Sentra Songkok Kemuteran, Kecamatan Gresik, menghadirkan program eduwisata pembuatan songkok untuk mengenalkan warisan budaya dan keterampilan perajin lokal kepada generasi muda. Program ini mengajak pelajar melihat langsung proses produksi songkok yang selama ini dikerjakan secara rumahan di kawasan Blandongan, Kelurahan Kemuteran.
Ketua Sentra Songkok Kemuteran, Nur Maulida Sakinah, mengatakan program tersebut bertujuan memperluas pengetahuan anak-anak dan pelajar mengenai keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) songkok di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai songkok, tetapi juga menyusuri gang-gang kampung untuk menyaksikan proses produksi di rumah para perajin. Setelah itu, peserta dihimpun di Balai Serbaguna Jalan KH. Kholil, Kelurahan Kemuteran.
Tradisi Perajin yang Diwariskan Tiga Generasi
Menurut Sakinah, produksi songkok di kawasan Kemuteran, khususnya Blandongan, telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dan diwariskan hingga tiga generasi.
“Tujuannya agar anak-anak dan pelajar memahami bahwa di Kemuteran, khususnya kawasan Blandongan, terdapat aktivitas UMKM songkok yang kuat. Pengerjaannya dilakukan berbasis rumah tangga (home industry), sehingga siswa bisa mengamati langsung detail pembuatannya,” ujar Sakinah.
Pengenalan proses produksi secara langsung diharapkan membuat generasi muda memahami bahwa songkok bukan hanya perlengkapan ibadah atau penutup kepala, melainkan juga produk kerajinan yang memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Tiga Paket Eduwisata Songkok
Pengelola menyediakan tiga pilihan paket kegiatan, yakni basic package, standard package, dan luxury package.
Dalam paket basic, peserta diajak berkeliling kampung untuk mengenal sejarah sentra perajin songkok. Paket standard memberikan pengalaman tambahan berupa kegiatan melukis miniatur songkok berukuran kecil.
Sementara itu, paket luxury mengajak peserta melukis langsung pada songkok berukuran normal menggunakan teknik pewarnaan dan pembuatan motif dengan tangan.
Sakinah berharap program ini dapat menarik kunjungan lembaga pendidikan dari berbagai daerah. Dengan begitu, Kampung Songkok Kemuteran tidak hanya dikenal sebagai kawasan produksi, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi budaya.
Ia juga berharap songkok khas Kemuteran semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.