14 Hari Gowes Lintas Sumatra-Jawa, Ndan Arif Tiba di Muktamar NU Jombang

Reporter : Radit

Kanalgresik.com – Perjalanan panjang ditempuh Makhsun Arif Hidayat, kader senior Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan, untuk menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Pria yang akrab disapa Ndan Arif itu mengayuh sepeda selama 14 hari dari kediamannya di Musi Rawas Utara hingga tiba di kawasan Tambakberas pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.

Baca juga: 5.000 Jamaah Diprediksi Hadiri Istighotsah Akbar Pra-Muktamar NU di Jombang

Perjalanan ribuan kilometer lintas Sumatra dan Jawa tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur sekaligus ikhtiar untuk ikut menyemarakkan perhelatan tertinggi NU.

Persiapan Lima Bulan Sebelum Berangkat
Ndan Arif kini berusia 56 tahun. Ia lahir di Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebelum kemudian menetap di Musi Rawas Utara sejak 2012.

Keputusan menempuh perjalanan panjang menggunakan sepeda tidak dilakukan secara spontan.

Ia mengaku telah mempersiapkan kondisi fisik dan mental selama sekitar lima bulan sebelum Tambakberas ditetapkan sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU.

Bagi Ndan Arif, kemampuan untuk tetap sehat dan kuat di usia 56 tahun merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Ia pun ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus berkhidmah kepada NU sekaligus menjadi penggembira dalam pelaksanaan Muktamar.

Dapat Dukungan Kader NU Sepanjang Perjalanan
Selama menempuh perjalanan lintas provinsi, Ndan Arif mengaku tidak menghadapi kendala berarti.

Dukungan dari kader NU di berbagai daerah justru membuat perjalanan panjang tersebut terasa lebih ringan.

Saat melintasi wilayah Lampung, misalnya, kedatangannya disambut Pengurus Wilayah GP Ansor Lampung. Jajaran Ansor setempat bahkan memberikan pengawalan selama Ndan Arif melanjutkan perjalanan.

Setibanya di Jakarta, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin turut menyambut dan melepas keberangkatannya dari Markas Komando PP GP Ansor.

Addin kemudian meminta kader Ansor dan Banser di sepanjang jalur Pulau Jawa untuk menyapa serta memberikan penghormatan kepada Ndan Arif.

Baca juga: Gereja di Jombang Sediakan Penginapan Gratis untuk Tamu Muktamar NU

Dukungan juga datang dari jajaran PWNU, PCNU hingga MWC NU di daerah yang dilaluinya.

Disambut Keluarga Mbah Wahab di Tambakberas
Perjalanan tersebut akhirnya mencapai puncaknya ketika Ndan Arif tiba di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah, Gus Ahmad Silahuddin Asya'ari atau Gus Adi dan Gus Heru, turut menyambut kedatangannya bersama kader NU setempat.

Setelah 14 hari mengayuh sepeda, sambutan tersebut menjadi momen yang berkesan bagi Ndan Arif.

Kehadirannya di Tambakberas juga membuatnya teringat pada sosok KH Abdul Wahab Chasbullah yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah NU.

Terharu Mengenang Perjuangan Mbah Wahab
Ndan Arif memandang Mbah Wahab sebagai pahlawan nasional sekaligus salah satu tokoh utama yang menggerakkan dan membangun NU.

Saat menceritakan kekagumannya terhadap perjuangan pendiri NU tersebut, suaranya bahkan sempat bergetar dan menahan tangis.

“Rasanya sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana mulianya perjuangan Mbah Wahab,” ujarnya.

Rasa lelah setelah 14 hari mengayuh sepeda seolah terbayar ketika dirinya mendapat sambutan hangat dari keluarga besar keturunan Mbah Wahab dan warga NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Berharap Muktamar NU Berjalan Sejuk
Setelah tiba di Tambakberas, Ndan Arif berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan suasana sejuk dan damai.

Ia juga berharap forum tersebut menghasilkan pimpinan PBNU yang istiqamah dalam mengayomi jam'iyah Nahdlatul Ulama hingga ke tingkat akar rumput.

Perjalanan Ndan Arif dari Musi Rawas Utara menuju Jombang bukan sekadar perjalanan menggunakan sepeda.

Bagi kader senior Banser tersebut, ribuan kilometer yang ditempuh menjadi bentuk kecintaan, syukur, sekaligus ikhtiar untuk hadir langsung dalam momentum penting bagi Nahdlatul Ulama.

Editor : Radit

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru