Kanalgresik.com – Pemerintah Kota Surabaya berencana memperkuat pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) sejak jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Festival PMR Kota Surabaya 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), Sabtu (26/9/2026).
Eri mengatakan pembinaan PMR sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian sosial dan terbiasa membantu sesama. Menurutnya, nilai kemanusiaan perlu ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Apalah arti kita merdeka kalau tidak punya nilai-nilai kemanusiaan. Apalah arti menjadi manusia kalau hati kita tidak bisa menolong orang lain,” kata Eri di hadapan peserta festival.
PMR Didorong Jadi Bagian Pembentukan Karakter Siswa
Dalam rencana tersebut, PMR akan didorong menjadi salah satu pilihan ekstrakurikuler wajib di tingkat SD dan SMP di bawah naungan Pemkot Surabaya.
Eri menilai kegiatan kepalangmerahan dapat menjadi sarana pembentukan karakter karena mengajarkan kepedulian, kerja sama, serta keterampilan untuk membantu orang lain.
Ia juga mengapresiasi PMI Kota Surabaya yang selama ini melakukan pembinaan terhadap kader-kader PMR di berbagai sekolah.
“Ta'awanu 'alal birri wat taqwa,” ujar Eri, mengutip ajaran yang bermakna saling menolong dalam kebaikan.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tema Festival PMR Kota Surabaya tahun ini, yakni Youth for Humanity atau generasi muda untuk kemanusiaan.
Eri Kaitkan Kemanusiaan dengan Semangat Arek Suroboyo
Di hadapan ribuan peserta, Eri juga mengingatkan kembali semangat perjuangan arek-arek Suroboyo pada masa kemerdekaan. Ia mengungkit peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda di Hotel Yamato pada 1945 sebagai salah satu bagian dari sejarah perjuangan Surabaya.
Eri mengatakan semangat tersebut perlu diteruskan oleh generasi muda dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan saat ini.
“Sang Merah Putih harus selalu berkibar di seluruh penjuru Indonesia. Tapi yang membuat saya bangga, Sang Merah Putih harus selalu berkibar di hati arek-arek Suroboyo,” tegasnya.
Bagi Eri, “berkibarnya” Merah Putih di hati generasi muda dapat diwujudkan melalui keberanian menegakkan kebenaran, gotong royong, saling membantu, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia juga berpesan agar generasi muda Surabaya tetap menjaga budaya lokal dan menghargai perbedaan.
“Arek Suroboyo sing ngandal iku sing menghormati budaya, menghargai perbedaan, dan biso ngebantu wong liyo. Sukses selalu untuk PMI dan PMR Kota Surabaya,” tuturnya.
Diikuti 2.190 Peserta dari 105 Sekolah
Sementara itu, Ketua Harian PMI Surabaya Taufik Rohman Hidayat mengatakan PMR merupakan wadah pembinaan generasi muda dalam bidang kemanusiaan.
Ia berharap seluruh anggota PMR dapat menerapkan Tri Bhakti PMR, menjunjung sportivitas dan kejujuran, memperluas persahabatan antarsekolah, serta mengembangkan keterampilan dan kreativitas.
Festival PMR Kota Surabaya 2026 diikuti sebanyak 2.190 peserta dari 105 sekolah. Peserta berasal dari tiga tingkatan, yakni PMR Mula tingkat SD, PMR Madya tingkat SMP, dan PMR Wira tingkat SMA.
Kegiatan yang mengusung tema Youth for Humanity tersebut dibuka langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo.