Kanalgresik.com – Pencak silat tidak hanya menjadi ajang menunjukkan kemampuan bela diri. Seni warisan budaya tersebut juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, keberanian, dan persaudaraan generasi muda.

Semangat itu terlihat dalam Festival Pencak Silat Pagar Nusa yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gresik melalui Pagar Nusa di MINU Trate Putri, Gresik, pada 7–8 November 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Sejumlah pesilat mengikuti kompetisi dalam tiga kategori, yakni perorangan tangan kosong, perorangan bersenjata, dan perorangan bebas.

Festival ini tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan hasil latihan. Kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi wadah pembinaan potensi generasi muda Nahdliyin melalui seni bela diri.

Pagar Nusa Jadi Ruang Pembentukan Karakter
Ketua Panitia HSN 2026, H. Akhmad Khamdani, M.A., mengatakan festival ini diharapkan melahirkan generasi santri yang memiliki kemampuan akademik dan keagamaan sekaligus ketangguhan fisik serta mental.

Menurutnya, pembinaan melalui pencak silat dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kesiapan generasi muda dalam menjaga agama, bangsa, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melalui Festival Santri Pagar Nusa ini saya berharap lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga sehat jasmani, kuat mental, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menjaga agama, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan festival sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Nahdliyah, dan ukhuwah wathaniyah.

Menjaga Warisan Budaya dan Persaudaraan
Khamdani menegaskan, Pagar Nusa memiliki peran dalam menjaga dan mengembangkan seni bela diri warisan budaya bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Karena itu, festival tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan dalam pertandingan. Nilai sportivitas, keberanian, kedisiplinan, dan persaudaraan juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan peserta.

Semangat tersebut sejalan dengan tema HSN 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu berkembang tidak hanya dalam aspek ilmu dan spiritualitas, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.

Kader Muda Dipersiapkan untuk Masa Depan
Festival Pencak Silat Pagar Nusa MWCNU Gresik mengusung semangat “Jaga Sportivitas, Raih Prestasi, Junjung Tinggi Persaudaraan”.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antarpesilat sekaligus menjadi bagian dari proses kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Pagar Nusa diharapkan mampu melahirkan kader yang berprestasi, berakhlak, dan memiliki jiwa kesatria dalam berkhidmah kepada agama, bangsa, serta Nahdlatul Ulama.