Tebu MBS Jadi Kunci Rendemen Optimal, Petani PG Pradjekan Didorong Jaga Kualitas Panen

Reporter : Radit
Petani tebu didorong menerapkan prinsip Manis, Bersih, dan Segar (MBS) untuk menjaga kualitas bahan baku dan mendukung optimalisasi rendemen di PG Pradjekan, Bondowoso. / Foto: Kanal Gresik

Kanalgresik.com - Kualitas tebu menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil pengolahan dan rendemen di pabrik gula. Karena itu, petani tebu di wilayah kerja PG Pradjekan, Bondowoso, didorong menerapkan prinsip MBS (Manis, Bersih, dan Segar) sejak dari kebun hingga tebu diterima pabrik.

Penerapan prinsip tersebut dinilai dapat membantu menjaga kualitas bahan baku sekaligus membuka peluang bagi petani memperoleh hasil panen yang lebih optimal.

Tebu yang dipanen pada tingkat kemasakan yang tepat, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang memiliki kualitas bahan baku yang lebih baik untuk diproses di pabrik gula.

Bagi petani, kualitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap nilai hasil panen. Semakin baik kualitas tebu yang dikirimkan, semakin besar peluang memperoleh hasil pengolahan dan rendemen yang optimal.

Petani Punya Peran Penting Jaga Rendemen
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono, mengajak petani menjadikan kualitas tebu sebagai perhatian utama.

Menurutnya, penerapan prinsip MBS perlu dilakukan secara konsisten agar tebu yang masuk ke PG Pradjekan memiliki mutu yang baik.

“Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal,” ujar Rolis Wikarsono.

Ia berharap peningkatan kualitas tebu dapat berdampak terhadap hasil usaha petani.

“Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat,” tambahnya.

Rolis menilai peningkatan mutu tebu bukan hanya menjadi kepentingan petani, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri gula. Bahan baku berkualitas akan membantu mendukung proses pengolahan sekaligus meningkatkan peluang petani memperoleh nilai tambah dari hasil budidayanya.

Sinergi Petani dan Pabrik Jadi Penopang Industri Gula
Kinerja PG Pradjekan yang secara konsisten menunjukkan hasil dan rendemen yang baik turut ditopang oleh pasokan tebu berkualitas dari petani.

Sinergi antara petani dan pabrik tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pergulaan yang saling menguntungkan. Petani berperan menjaga kualitas tebu sejak proses budidaya hingga pengiriman, sementara pabrik mengoptimalkan proses pengolahan bahan baku.

PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) juga terus memperkuat kemitraan dengan petani melalui pengelolaan bahan baku dan proses pengolahan yang optimal.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas industri gula sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani tebu rakyat.

Penerapan prinsip Manis, Bersih, dan Segar pada akhirnya bukan sekadar menjaga mutu bahan baku. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan rendemen, mengoptimalkan hasil panen, serta membuka peluang peningkatan pendapatan petani.

Dari kebun hingga pabrik, kualitas tebu menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri gula yang produktif dan berkelanjutan.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru