Kanalgresik.com - Ribuan jarum suntik bekas dan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan menumpuk di saluran air di sisi kiri exit Tol Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (25/8/2026). Temuan tersebut membuat warga resah karena lokasi masih menjadi area aktivitas masyarakat.
Limbah itu berada di dalam sekitar 10 kantong plastik besar. Selain jarum suntik, ditemukan pula botol-botol kecil bekas kemasan obat, kasa dan kapas yang masih terlihat memiliki bercak darah.
Lokasi pembuangan berada di saluran air yang tidak langsung terlihat dari jalan raya maupun pintu keluar tol. Kondisi tersebut membuat keberadaan limbah medis itu baru diketahui warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Ditemukan Warga Saat Hendak Memancing
Bagong (65), warga Desa Wedoro, Kecamatan Waru, mengetahui keberadaan tumpukan limbah tersebut ketika hendak memancing di kawasan Tambak Sumur.
"Karena berada dalam saluran air, sehingga limbah medis itu, tidak terlihat langsung dari jalan raya maupun pintu keluar tol," kata Bagong.
Pada bagian luar sejumlah kantong plastik terdapat tulisan "Hadi Dr". Selain itu, ditemukan pula kertas berlogo salah satu RSUD yang berada di kawasan Rungkut, Surabaya. Namun, temuan tersebut belum dapat memastikan asal limbah medis dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangannya.
Warga khawatir keberadaan limbah medis tersebut membahayakan masyarakat. Sebab, area di sekitar lokasi masih digunakan untuk memancing dan aktivitas warga lainnya.
"Ribuan alat suntik dan limbah medis ini sangat membuat masyarakat resah. Terlebih banyak orang mancing dan anak-anak bermain layang-layang di sekitar sini," ujar Bagong.
Ia juga mengkhawatirkan limbah tersebut diambil pihak yang tidak bertanggung jawab untuk diperjualbelikan atau digunakan kembali. Menurutnya, risiko akan semakin besar apabila jarum suntik bekas tersebut sampai dimanfaatkan kembali.
DLHK Telusuri Asal Limbah
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Anas Budi Utama Nasir, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai temuan tersebut.
"Informasinya sudah kami terima. Saat ini sedang dilakukan koordinasi internal untuk langkah penanganan berikutnya," kata Anas melalui sambungan seluler.
DLHK Sidoarjo akan menelusuri asal-usul limbah untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab. Karena terdapat dugaan keterkaitan dengan limbah fasilitas kesehatan di Surabaya, koordinasi juga akan dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Anas menegaskan pembuangan limbah medis secara sembarangan dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terbukti berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional dapat diterapkan.
Untuk kemungkinan adanya unsur pidana, DLHK juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Lakhasmir Herawati Yuwantina, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai temuan tersebut. Namun, sumber limbah hingga kini belum dapat dipastikan.
"Saya akan koordinasikan dengan DLHK agar bisa diketahui sumber sampahnya dari mana. Tentunya akan diberlakukan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku," ujarnya.
Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal limbah medis sekaligus menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan ribuan jarum suntik tersebut.