Kanalgresik.com - Sebuah tempat pengepul barang bekas di Dusun Ngambar, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, ludes dilalap si jago merah pada Senin (24/8/2026). Untuk menjinakkan api yang bersarang di bawah tumpukan material, petugas pemadam kebakaran terpaksa mengerahkan satu unit alat berat ekskavator ke lokasi kejadian.
Peristiwa di RT 008/RW 005 ini pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Safarun. Saat melintas di sekitar lokasi, ia melihat kepulan asap abu-abu pekat yang membubung dari kejauhan. Khawatir kobaran api merambat ke permukiman terdekat, ia langsung melapor ke Polsek Driyorejo. Informasi ini kemudian segera diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik Pos Driyorejo.
Merespons laporan yang masuk pada pukul 11.53 WIB, tim pemadam langsung meluncur hanya dalam waktu dua menit. Petugas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 12.05 WIB dan langsung berjibaku memadamkan api.
Strategi Urai Tumpukan Rongsokan
Perwira Piket Damkar Gresik, Teguh Priyanto, menjelaskan bahwa petugas yang turun telah dibekali Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Namun, tingginya tumpukan barang bekas membuat proses pemadaman membutuhkan strategi khusus agar api di lapisan paling bawah bisa dijangkau air.
"Setibanya di lokasi, petugas yang dilengkapi alat pelindung diri (APD) langsung melakukan upaya pemadaman. Kami juga mengerahkan satu unit ekskavator untuk mengurai tumpukan rongsokan guna memudahkan pemadaman dan menjangkau titik api di bagian bawah," terang Teguh, Senin (24/8).
Beruntung, insiden ini dipastikan tidak menelan korban jiwa maupun korban luka. Setelah api utama berhasil dikuasai, petugas langsung melakukan tahapan pembasahan secara menyeluruh di area tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan. Setelah proses panjang, kondisi TKP akhirnya dinyatakan benar-benar aman dan kondusif.
Imbauan Cepat Tanggap
Teguh juga meminta warga untuk lebih proaktif dan tidak menunda laporan jika melihat indikasi awal munculnya api di lingkungan mereka.
"Petugas mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan potensi atau tanda-tanda kebakaran agar dapat penanganan cepat dan tidak meluas," tegasnya.
Tingkat kerawanan musibah di Gresik sendiri masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari Damkarla Kabupaten Gresik, sepanjang tahun hingga Agustus 2026, tercatat sudah terjadi 83 insiden kebakaran serta 87 operasi penyelamatan (rescue) di berbagai wilayah Gresik.