Kanalgresik.com - Sektor pendidikan Kabupaten Gresik mendapat tambahan anggaran sebesar Rp19 miliar. Tambahan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan komputer penunjang Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus mempercepat penanganan sekolah yang mengalami kerusakan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat sarana dan prasarana pendidikan. Kebutuhan perangkat komputer dinilai semakin penting karena sekolah harus mempersiapkan pelaksanaan TKA yang membutuhkan dukungan teknologi.

Sebelumnya, kebutuhan komputer di sekolah juga telah menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dispendik Gresik, Muh. Khoirul Anam, menyebut keberadaan komputer di laboratorium sekolah memiliki peran penting, baik untuk kegiatan belajar mengajar maupun pelaksanaan TKA.

“Keberadaan komputer di laboratorium sekolah sangat vital, tidak hanya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sehari-hari, tetapi juga sebagai perangkat krusial dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA),” ujar Muh. Khoirul Anam.

Komputer Jadi Kebutuhan Mendesak Sekolah
Penguatan fasilitas komputer menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sarana pendidikan di Gresik. Perangkat tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi, tetapi juga mendukung pelaksanaan evaluasi pendidikan.

Kebutuhan tersebut semakin penting seiring penerapan TKA yang membutuhkan kesiapan perangkat komputer di satuan pendidikan.

Karena itu, tambahan anggaran Rp19 miliar diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan perangkat secara bertahap, terutama pada sekolah yang masih mengalami keterbatasan sarana teknologi.

Sekolah Rusak Juga Jadi Prioritas
Selain komputer, kondisi fisik sekolah menjadi persoalan yang ikut mendapat perhatian dalam penambahan anggaran pendidikan.

Sejumlah sekolah di Gresik sebelumnya masih ditemukan memiliki ruang kelas maupun bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Persoalan infrastruktur sekolah juga pernah menjadi sorotan Komisi IV DPRD Gresik. Dalam sidak sejumlah SMP di wilayah Gresik Selatan, dewan menemukan ruang kelas dan atap sekolah dalam kondisi rusak parah.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik saat itu, Muchamad Saifudin, menegaskan pembenahan infrastruktur pendidikan perlu menjadi prioritas.

“Kami menyadari masih banyak infrastruktur sekolah baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang rusak,” kata Saifudin.

Ia juga mendorong agar pembenahan infrastruktur pendidikan mendapat perhatian lebih dalam kebijakan anggaran pemerintah daerah.

“Kami berharap untuk ke depan prioritas dalam pembenahan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas,” pungkasnya.

Anggaran Tambahan Diharapkan Tepat Sasaran
Tambahan anggaran Rp19 miliar menjadi peluang untuk menangani dua kebutuhan penting pendidikan Gresik, yakni penguatan sarana teknologi dan perbaikan fasilitas fisik sekolah.

Pengadaan komputer diperlukan untuk mendukung pembelajaran sekaligus kesiapan TKA. Sementara perbaikan sekolah diperlukan untuk memastikan siswa dan tenaga pendidik menjalankan aktivitas pendidikan di lingkungan yang aman dan layak.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan sekolah penerima berdasarkan tingkat kebutuhan sehingga tambahan anggaran tersebut memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan.

Kebijakan ini juga melanjutkan perhatian Pemkab Gresik terhadap peningkatan sarana pendidikan, setelah sebelumnya Dispendik bersama sekolah terus melakukan pembenahan fasilitas serta kesiapan menghadapi berbagai agenda pendidikan.

Dengan tambahan anggaran tersebut, kebutuhan komputer dan perbaikan sekolah diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan Gresik secara menyeluruh.