Kanalgresik.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Benjeng menghadirkan tiga tokoh inspiratif asal daerah setempat untuk memotivasi generasi muda agar berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan meraih kesuksesan di berbagai bidang.
Pesan tersebut disampaikan dalam talk show interaktif bertema “Merajut Dunia dari Desa: Santri Multi-Talent, Inspirasi Nyata Gen Z Berkarya” yang digelar di Aula SMK Ma’arif NU Benjeng, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Minggu (18/10/2026).
Baca juga: Sambut Hari Santri, MWCNU Balongpanggang Telusuri Jejak Perjuangan Pendiri NU
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WIB itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Pesertanya berasal dari kalangan generasi Z berbagai sekolah di wilayah Benjeng serta kader badan otonom Nahdlatul Ulama (NU).
Tiga narasumber yang hadir ialah Prof. Dr. Ir. Ahmad Jazidie, M.Eng., guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya; Imron Rosyadi, C.H., S.AP., Sekretaris Kecamatan Duduksampeyan; serta Jamaluddin Malik, S.Kom., pengusaha yang berkiprah di bidang usaha.
Belajar Sukses dari Putra Daerah
Ketiga narasumber membagikan pengalaman dan pandangan berdasarkan bidang masing-masing, mulai dari dunia akademik, pemerintahan, hingga kewirausahaan. Kehadiran mereka diharapkan menunjukkan bahwa anak muda dari daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas.
Prof. Ahmad Jazidie menekankan pentingnya penguatan ideologi bagi kader NU. Ia mengingatkan pentingnya memahami prinsip Mabadi Khaira Ummah serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penguatan nilai keagamaan perlu berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi. Kader NU diharapkan tidak hanya mengandalkan jalur struktural organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membangun kemandirian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Imron Rosyadi mengajak peserta agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Ia menekankan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses perjuangan menuju keberhasilan.
Baca juga: Perkuat Organisasi hingga Tingkat Ranting, NU Driyorejo Matangkan Agenda Hari Santri 2026
Generasi muda juga perlu menentukan prioritas, menjaga fokus, dan membangun pola pikir yang kuat agar mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Peluang Anak Muda di Era Digital
Narasumber lainnya, Jamaluddin Malik, mengajak peserta melihat perkembangan teknologi sebagai peluang untuk membangun usaha. Berbagai aplikasi dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis maupun menciptakan sumber penghasilan baru.
Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menciptakan peluang ekonomi melalui pemanfaatan platform digital secara produktif.
Ketua PAC ISNU Benjeng, Andrik Pamungkas, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Divisi Ilmiah PAC ISNU Benjeng.
Menurutnya, talk show ini dirancang sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal pengalaman dan perjalanan tokoh-tokoh yang berasal dari daerah sendiri.
“Dalam momentum Hari Santri, melalui agenda ini, kami berharap generasi muda, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, mampu memetik pelajaran berharga dari para tokoh inspiratif lokal untuk kemudian bergerak dan bersaing di kancah dunia global tanpa melupakan akar desanya,” ujarnya kepada NUGres, Senin (19/10/2026).
Melalui kegiatan tersebut, PAC ISNU Benjeng berharap generasi muda semakin berani mengembangkan kemampuan, memanfaatkan peluang, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Latar belakang desa diharapkan bukan menjadi batas untuk meraih prestasi, melainkan menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh.
Editor : Deni Adi Santoso