Anggota Karang Taruna Benjeng Dikeroyok di Metatu, Polisi Buru Belasan Terduga Pelaku

Reporter : Deni Adi Santoso
Korban mendapatkan perawatan medis setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di Metatu, Benjeng.

Kanalgresik.com – Seorang anggota Karang Taruna Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, M. Aksal Tamafila, mengalami luka-luka setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan utara Jembatan Dusun Medangan, Desa Metatu, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban yang merupakan warga Desa Jogodalu itu diserang saat melintas bersama enam rekannya setelah mengikuti rapat Karang Taruna. Akibat kejadian tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Baca juga: Polres Gresik Ungkap Peredaran Sabu di Menganti, 5 Tersangka Ditahan dan 31,811 Gram Disita

Polsek Benjeng bersama Satreskrim Polres Gresik kini menyelidiki kasus tersebut untuk mengidentifikasi para terduga pelaku dan mengungkap rangkaian kejadian.

Diserang Saat Melintas di Dekat Jembatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Gresik, insiden bermula ketika korban bersama rekan-rekannya hendak mencari kuliner malam setelah menyelesaikan agenda rapat Karang Taruna di Kecamatan Benjeng.

Saat rombongan melintas di sebelah utara Jembatan Dusun Medangan, sekelompok pemuda yang disebut berjumlah belasan orang muncul dari arah timur dan diduga langsung menyerang mereka menggunakan benda tumpul.

Korban saat itu berboncengan dengan rekannya, Iyung alias Firul. Sementara itu, rekan-rekan lainnya berada di depan dan belakang rombongan.

Serangan mendadak tersebut membuat rombongan terpencar. Dua orang yang berada di barisan depan berhasil meloloskan diri, sedangkan dua rekan di belakang memutar balik kendaraan untuk meminta bantuan warga sekitar.

Korban dilaporkan terkena hantaman benda menyerupai bambu berukuran besar di bagian kepala hingga terjatuh. Korban bersama rekannya yang dibonceng kemudian diduga menjadi sasaran pemukulan.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Warga di Dukun Gresik, Polisi Buru Satu Pelaku

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani perawatan, kondisinya dilaporkan membaik dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Keluarga Korban Resmi Melapor
Kapolsek Benjeng, AKP Hendrawan, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut. Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Benjeng untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

“Sudah ada laporan resmi yang masuk ke kami. Korban sempat dirawat karena mengalami luka ringan dan saat ini sudah diperbolehkan pulang ke rumah,” ujar Hendrawan, Senin (19/10/2026).

Menurut Hendrawan, penyidik Reskrim Polsek Benjeng berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Gresik untuk menelusuri kasus tersebut. Petugas juga telah mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti yang dapat membantu penyelidikan.

Baca juga: Jambret Tas Dua Perempuan di Driyorejo Terekam CCTV, Polisi Telusuri N-Max Merah

Polisi Telusuri Rekaman CCTV
Kanit Reskrim Polsek Benjeng, Aiptu Mualik, mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari kemungkinan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar jalur kejadian.

Lokasi pengeroyokan yang berada di dekat area persawahan menjadi salah satu tantangan dalam proses penelusuran. Karena itu, petugas berupaya mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengetahui identitas serta pergerakan para terduga pelaku.

Hingga informasi ini disusun, identitas para terduga pelaku belum diumumkan. Polisi masih mendalami laporan dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap kasus dugaan pengeroyokan tersebut.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru