Jelang Konfercab, Kader Soroti Kriteria Calon Ketua PCNU Gresik

Reporter : Radit
Dialog kader NU di Musala PCNU Gresik membahas aspirasi kriteria calon ketua menjelang Konfercab.

Kanalgresik.com – Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Gresik, kader Nahdlatul Ulama (NU) mendorong calon ketua memiliki kemampuan menjawab persoalan masyarakat, terutama ekonomi keluarga, pendidikan, ketenagakerjaan, dan perlindungan lingkungan.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam Dialog Kader bertajuk Figur Ketua PCNU di Abad ke-2 Nahdlatul Ulama Menuju Organisasi Modern di Musala PCNU Gresik, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini diikuti kader Nahdliyin dari berbagai profesi.

Baca juga: NPCI Gresik Bidik 5 Emas di PEPARPEDA III Jatim, Dorong Bonus Atlet Difabel Setara

Konfercab PCNU Gresik diperkirakan berlangsung pada Desember 2026, meski jadwalnya masih berpeluang bergeser hingga 2027 karena menunggu persetujuan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Calon Ketua Diharapkan Peka terhadap Persoalan Warga
Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, M. Sholahuddin, mengajak peserta memetakan persoalan mendesak yang dihadapi warga NU di Gresik.

Pria yang akrab disapa Cak Hud itu menilai kemampuan menjawab persoalan masyarakat perlu menjadi pertimbangan kader dalam menilai calon pemimpin organisasi.

Pandangan tersebut sejalan dengan kaidah tasharruful imāmi ‘alar-ra‘iyyati manūthun bil-mashlahah, yang bermakna kebijakan pemimpin harus berlandaskan kemaslahatan masyarakat.

Dalam diskusi, peserta mengusulkan pemetaan keluarga rentan melalui ranting NU, pengembangan zakat produktif, pendampingan beasiswa, pelatihan kerja sesuai kebutuhan industri, serta kemitraan magang antara pesantren, sekolah, dan dunia usaha.

Data BPS menunjukkan penduduk miskin di Gresik pada Maret 2025 mencapai 138,55 ribu jiwa atau 9,95 persen. Tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat 5,47 persen.

Baca juga: Sumpah Pemuda 2026, Kapolres Gresik Ajak Pelajar Sekolah Rakyat Bangun Karakter dan Cita-Cita

Kolaborasi dan Tata Kelola Organisasi Jadi Perhatian
Selain persoalan ekonomi dan pendidikan, dialog turut menyoroti perlindungan ruang hidup warga. Data BPBD mencatat 47 kejadian bencana di Gresik sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Peserta mengusulkan penguatan peran jaringan NU dalam pemetaan warga rentan, relawan, dan pendampingan pengaduan masyarakat.

Calon pemimpin PCNU juga diharapkan mampu membangun kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Pengurus MUI Kabupaten Gresik, Nur Faqih, turut memaparkan sejarah kepemimpinan ulama di Gresik, mulai dari Sunan Giri dan keluarganya hingga era KH Robbach Ma’shum.

Baca juga: KH Mulyadi Ingatkan Santri Gresik: Jangan Terpecah Provokasi Medsos, Persatuan

Dialog tersebut memunculkan aspirasi kriteria calon Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik, antara lain memiliki akar pesantren, cakap mengelola organisasi, berintegritas, mandiri, terbuka terhadap regenerasi, serta mampu membangun tim dengan keahlian yang saling melengkapi.

Pembagian tugas, target program, dan evaluasi berkala juga menjadi perhatian. Namun, seluruh kriteria tersebut merupakan aspirasi peserta dialog, bukan ketentuan formal pencalonan Ketua PCNU Gresik.

Dialog dipandu Agus Junaidi Hamzah, mantan Ketua PC GP Ansor Gresik yang juga pengurus Banser Jawa Timur. Akademisi Universitas Gresik, Suyanto, yang dijadwalkan menjadi narasumber, tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru