Kanalgresik.com – Realisasi investasi Kabupaten Gresik mencapai Rp8,23 triliun hingga Triwulan III 2026. Capaian tersebut berasal dari 4.467 proyek investasi yang menyerap 4.148 tenaga kerja Indonesia, dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar.
Berdasarkan Dashboard Eksekutif Realisasi Investasi Pemerintah Kabupaten Gresik, nilai PMDN tercatat sebesar Rp6,04 triliun atau 73,36 persen dari total investasi. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp2,19 triliun atau 26,64 persen.
Data tersebut menunjukkan besarnya aktivitas penanaman modal di Gresik, terutama pada sektor industri dan berbagai bidang usaha pendukungnya. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan investasi memberikan dampak nyata terhadap kesempatan kerja dan perekonomian masyarakat setempat.
Kawasan Industri Jadi Penyumbang Terbesar
Sektor kawasan industri dan perkantoran menjadi penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Gresik dengan nilai Rp3,53 triliun atau 42,88 persen dari total realisasi.
Posisi berikutnya ditempati industri kimia dan farmasi dengan nilai investasi Rp1,72 triliun. Adapun sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencatatkan investasi sebesar Rp849,25 miliar.
Besarnya nilai investasi pada sektor-sektor tersebut memperlihatkan peran kawasan industri dan infrastruktur pendukung dalam kegiatan ekonomi Gresik.
Selain nilai investasi, tahapan pelaksanaan proyek juga menunjukkan perkembangan yang berbeda. Investasi yang telah memasuki tahap produksi atau operasional tercatat sebesar Rp4,85 triliun. Sementara itu, investasi yang masih berada dalam tahap konstruksi mencapai Rp3,38 triliun.
Perbedaan tahapan tersebut penting diperhatikan karena proyek yang sudah beroperasi dan proyek yang masih dibangun memiliki kontribusi ekonomi serta kebutuhan tenaga kerja yang tidak selalu sama.
PMA Didominasi Investor Singapura
Dari sisi penanaman modal asing, Singapura menjadi negara asal investor terbesar di Gresik dengan nilai investasi Rp1,21 triliun atau 54,98 persen dari total PMA.
Hong Kong berada di posisi berikutnya dengan nilai Rp332,85 miliar. Selanjutnya, Thailand mencatatkan investasi Rp206,82 miliar, Tiongkok Rp204,89 miliar, dan Jepang Rp112,07 miliar.
Komposisi tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Singapura terhadap investasi asing yang masuk ke Kabupaten Gresik hingga Triwulan III 2026.
Meski demikian, besarnya investasi perlu diikuti dengan pengelolaan yang mampu mendukung keberlanjutan usaha, memperkuat hubungan dengan pelaku usaha lokal, dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Tantangan Memperluas Manfaat Investasi
Realisasi investasi sebesar Rp8,23 triliun menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi Kabupaten Gresik. Akan tetapi, besarnya nilai penanaman modal belum dengan sendirinya menggambarkan pemerataan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.
Penyerapan 4.148 tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu capaian yang dapat dicermati. Ke depan, perluasan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri menjadi aspek penting untuk diperhatikan.
Keterlibatan perusahaan lokal sebagai pemasok barang dan jasa juga berpotensi memperluas manfaat ekonomi di luar lingkungan perusahaan penerima investasi.
Dengan demikian, perkembangan investasi di Gresik tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan usaha lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.