Kanalgresik.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Mujid Riduan, mendorong pembentukan forum Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) hingga tingkat kecamatan. Langkah ini diharapkan memperkuat pencegahan perundungan sekaligus mempermudah koordinasi penanganan persoalan yang mengancam keamanan peserta didik di lingkungan sekolah.

Dorongan tersebut disampaikan Mujid saat menghadiri sosialisasi bertajuk Peran Pemangku Kebijakan dalam Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, Rabu (28/10/2026).

Menurut Mujid, penerapan BSAN perlu diperluas secara merata ke seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Pembentukan forum di setiap kecamatan dinilai dapat membantu memperkuat mitigasi serta memperjelas koordinasi ketika terjadi persoalan di lingkungan pendidikan.

Forum BSAN Diharapkan Perkuat Koordinasi
Mujid menegaskan, penerapan BSAN tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Sekolah perlu memiliki langkah konkret untuk mencegah perundungan, termasuk menunjuk dan membekali guru yang mampu menangani dinamika siswa.

“Guru harus mengambil peran sebagai pelopor utama BSAN. Pihak sekolah perlu menunjuk dan membekali guru khusus yang cakap dalam menangani dinamika siswa, agar potensi kasus perundungan dapat dicegah sejak dini dan ditangani secara tepat,” ujar Mujid.

Ia juga meminta jajaran pengajar dan manajemen sekolah meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antarsiswa. Edukasi mengenai larangan perundungan harus mencakup kekerasan fisik, perundungan verbal, hingga cyberbullying melalui media sosial.

Bimtek Guru Perlu Dilakukan Berkala
Untuk menunjang efektivitas program, Mujid mengusulkan bimbingan teknis (bimtek) secara berkala bagi para guru. Peningkatan kapasitas tenaga pendidik dinilai penting agar sekolah memiliki kesiapan lebih baik dalam mencegah dan menangani persoalan yang melibatkan siswa.

Ia menambahkan, upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gresik, Dinas Pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.

“Pelaksanaan BSAN di Gresik sejatinya telah memiliki landasan kuat melalui Surat Edaran Bupati. Oleh karena itu, eksekusi teknis di lapangan harus diperkuat agar tidak berhenti sebagai wacana atau sosialisasi formalitas semata,” tegasnya.

Sekolah Diharapkan Menjadi Ruang Belajar yang Aman
Melalui pembentukan forum BSAN di tingkat kecamatan dan penguatan kapasitas guru, Mujid berharap sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik dapat menjadi lingkungan belajar yang inklusif, aman, nyaman, serta mendukung perkembangan prestasi peserta didik.

Ia juga berharap langkah pencegahan dilakukan secara konsisten agar kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah dapat ditekan.

“Kami berharap tidak ada lagi kasus perundungan dan kekerasan anak di dalam lingkungan sekolah di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.