Pesantren Didorong Jadi Penggerak SDM dan Ekonomi, FKPP Gresik Mulai Periode Baru

Reporter : Deni Adi Santoso
Pengurus DPC FKPP Kabupaten Gresik periode 2026–2031 berfoto bersama usai pengukuhan di Aula Masjid Agung Gresik.

Kanalgresik.com – Pondok pesantren di Kabupaten Gresik didorong semakin berperan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), penguatan pendidikan, dan kemandirian ekonomi. Harapan tersebut mengemuka dalam pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Gresik periode 2026–2031.

Pengukuhan berlangsung di Aula Masjid Agung Gresik, Jumat (6/11/2026). Prosesi dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Muhammad Ali Faiq.

Baca juga: Pemkab Gresik Dorong Deteksi Dini AIDS, TBC, dan Malaria Usai Raih ATM Award 2026

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kabag Kesra Pemkab Gresik Jusuf Ansori, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi, Sekretaris MUI Gresik Makmun, serta para pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

Pesantren Memiliki Peran Strategis dalam Pembangunan
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus FKPP yang baru dikukuhkan.

Ia berharap organisasi tersebut mampu menyatukan potensi pondok pesantren. FKPP juga diharapkan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan Gresik tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan karakter, moral, religiusitas, serta kualitas SDM juga harus menjadi perhatian.

“Kami menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik memandang pondok pesantren ini sebagai mitra yang sangat strategis untuk pembangunan Gresik. Kita tidak bisa membangun Gresik hanya dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi saja. Kita juga membutuhkan pembangunan karakter moral, keagamaan, religiusitas, dan kualitas sumber daya manusia, karena pesantren memiliki peran yang sangat strategis,” tuturnya.

Pemkab Siapkan Dukungan Perizinan Pesantren
Selain penguatan pendidikan, pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dalam membantu kebutuhan administrasi dan perizinan pondok pesantren.

Asluchul Alif menyatakan Pemkab Gresik siap memberikan dukungan agar proses perizinan pesantren dapat terfasilitasi dengan baik.

“Kita akan bantu. Kami berharap FKPP tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan silaturahim antar pesantren, tetapi menjadi organisasi yang mampu menyatukan potensi dan memperkuat kolaborasi,” ujarnya.

FKPP juga diharapkan ikut mendorong peningkatan kompetensi ustaz dan tenaga pendidik. Penguatan perlindungan serta pemberdayaan santri turut menjadi perhatian.

Baca juga: Pemkab Gresik dan PT Smelting Raih Apresiasi Nasional atas Kontribusi di Bidang Kesehatan

Di sisi lain, kemandirian ekonomi pesantren dinilai penting agar lembaga pendidikan keagamaan tersebut semakin berdaya dan mampu mengembangkan potensinya.

Jaga Identitas Gresik sebagai Kota Santri
Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Ali Faiq mengajak pengurus FKPP menjaga identitas Gresik sebagai Kota Santri.

Ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan kreativitas dan prestasi yang membawa nama baik Kabupaten Gresik hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Kami tunggu kreativitas para pengurus FKPP. Harapannya nanti ada prestasi yang bisa mengangkat identitas santri atau Kabupaten Gresik di tingkat nasional dan internasional. Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada kepengurusan FKPP Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Menurut Wakil Bupati, identitas Kota Santri harus diwujudkan melalui generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, toleran, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Momentum Hari Santri 2026 juga diharapkan menjadi penguat komitmen untuk membangun pesantren yang maju dan santri yang unggul.

Baca juga: 330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Siapkan Pengembangan Kawasan Tematik

FKPP Targetkan Sinergi dengan Seluruh OPD
Ketua DPC FKPP Gresik, H Nailul Muna, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gresik, khususnya Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), atas dukungan terhadap pelaksanaan pengukuhan.

Ia menjelaskan, FKPP di Jawa Timur saat ini baru terbentuk di empat kabupaten, yakni Jombang, Pasuruan, Tuban, dan Gresik.

Setelah pengukuhan, pihaknya berharap FKPP Gresik segera membangun komunikasi dan kerja sama dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, serta organisasi keagamaan.

“Alhamdulillah, setelah dikukuhkan ini harapannya bersinergi dengan seluruh OPD, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di Kabupaten Gresik. Dengan tujuan dan sebagaimana slogan FKPP Gresik. Pesantren Kuat Gresik Berkah,” jelas pengasuh Ponpes Robitoh Assyifah tersebut.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031, FKPP diharapkan mampu menjadi ruang koordinasi bagi pondok pesantren sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan Kabupaten Gresik.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru