Kanalgresik.com - Tongkat kepemimpinan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik resmi berpindah dari Eko Widiatmoko kepada Dhimas Isdwiyono. Pergantian tersebut ditandai dengan acara pisah sambut yang digelar di Aula Dalam Rutan Gresik, Senin (24/8/2026).
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali dalam kesempatan tersebut memberikan sejumlah pesan kepada Dhimas yang kini dipercaya memimpin Rutan Gresik. Salah satunya terkait pentingnya menjaga komunikasi dengan warga binaan dan memperkuat hubungan dengan seluruh stakeholder.
Baca juga: Rp19 Miliar Tambahan Anggaran Pendidikan Gresik, Komputer TKA hingga Sekolah Rusak Jadi Sorotan
Menurut Kusnali, pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika sekaligus penyegaran dalam organisasi pemasyarakatan. Ia juga menilai masa kepemimpinan Eko telah meninggalkan fondasi yang dapat diteruskan oleh pejabat baru.
"Apa yang sudah ditorehkan Bapak Eko di Rutan Gresik menjadi fondasi yang kuat. Kepada Bapak Dhimas, saya berpesan agar mengelola Rutan Gresik dengan baik, menjaga frekuensi dengan warga binaan, serta memperkuat komunikasi dengan seluruh stakeholder," pesan Kusnali.
Dhimas Siap Teruskan Program yang Sudah Berjalan
Menerima estafet kepemimpinan tersebut, Dhimas Isdwiyono menyatakan kesiapannya melanjutkan berbagai program yang telah dibangun selama kepemimpinan Eko Widiatmoko.
Dhimas menilai Eko telah memberikan kontribusi dan meninggalkan catatan positif selama menjalankan tugas di Rutan Gresik. Karena itu, ia tidak ingin pergantian kepemimpinan menjadi titik awal yang sepenuhnya baru, melainkan melanjutkan hal-hal baik yang sudah berjalan.
"Beliau telah meninggalkan jejak yang luar biasa. Saya akan melanjutkan dan meneruskan tugas yang telah dibangun, tentu dengan bimbingan Bapak Kakanwil serta sinergi bersama seluruh stakeholder," kata Dhimas.
Komitmen tersebut menjadi pijakan awal Dhimas dalam menjalankan tugas barunya. Selain menjaga kesinambungan program, sinergi internal dan komunikasi dengan pihak luar menjadi bagian penting dalam pengelolaan Rutan Gresik.
Eko Tutup Masa Tugas 11 Bulan
Sementara itu, bagi Eko Widiatmoko, acara tersebut menjadi momen untuk mengakhiri masa pengabdiannya di Rutan Gresik setelah sekitar 11 bulan bertugas.
Dalam kesempatan itu, Eko menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang selama ini memberikan dukungan dan bekerja sama dengannya.
Baca juga: Berkedok Pengobatan, Dukun di Gresik Diduga Setubuhi Pasien di Gubuk Sawah
Ia berharap kekompakan yang telah terbangun tetap dipertahankan oleh jajaran Rutan Gresik di bawah kepemimpinan Dhimas.
"Terima kasih atas kerja sama, dukungan, dan kekompakan seluruh jajaran. Semoga apa yang sudah baik dapat dipertahankan dan yang belum ada bisa terus ditingkatkan," ujar Eko.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan Eko sebagai Kepala Rutan Gresik sebelum estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Dhimas.
Tari Damar Kurung Warnai Pisah Sambut
Acara pisah sambut berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kekeluargaan. Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan Korwil Jatim, pejabat struktural, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Gresik, serta insan media.
Kehadiran warga binaan perempuan juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan Tari Damar Kurung setelah pemutaran video selayang pandang yang menampilkan perjalanan kepemimpinan Eko Widiatmoko selama bertugas.
Baca juga: Gagal Salip Truk di Betoyo, Pemotor Asal Karawang Tewas Adu Banteng
Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan sekaligus pelepasan bagi Eko sebelum resmi meninggalkan Rutan Gresik.
Komitmen Perkuat Pelayanan Pemasyarakatan
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Eko Widiatmoko sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kebersamaan selama menjalankan tugas.
Di bawah kepemimpinan Dhimas Isdwiyono, Rutan Kelas IIB Gresik selanjutnya berkomitmen menjaga soliditas jajaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas menjadi arah yang ingin terus diperkuat, dengan tetap membangun komunikasi yang baik dengan warga binaan serta seluruh stakeholder.
Editor : Deni Adi Santoso