Kapolres Gresik Pastikan Tak Ada Massa dari Kota Pudak Berangkat ke Jakarta

Reporter : Radit
Kapolres Gresik meminta masyarakat tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial. / Foto: Humas Polres

Kanalgresik.com - Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memastikan tidak ada massa dari Kabupaten Gresik yang bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan berlangsung Kamis (27/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya narasi di media sosial yang menyebut adanya mobilisasi massa dari berbagai daerah menuju Ibu Kota menggunakan bus.

Baca juga: Penumpang Kapal Dharma Rucitra VII Meninggal di Perairan Karang Jamuang, Gresik

Kapolres Gresik yang akrab disapa Bang Rama menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan adanya pergerakan massa dari Gresik menuju Jakarta.

“Gresik nihil, tidak ada pergerakan massa menuju Jakarta,” tegas Ramadhan kepada Radar Gresik.
Ia sekaligus membantah informasi yang menyebut adanya mobilisasi massa dari Gresik menggunakan puluhan bus.

Menurut Ramadhan, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ditemukan di lapangan. Bahkan, pihaknya menduga ada pihak tertentu yang sengaja menyebarkan informasi atau menggunakan pamflet untuk membangun persepsi seolah-olah terjadi mobilisasi massa besar-besaran menuju Jakarta.

Polisi Temukan Narasi Lama yang Kembali Beredar
Polisi juga menyoroti sejumlah materi visual yang beredar di media sosial. Dari penelusuran yang dilakukan, terdapat dugaan penggunaan kembali rekaman lama untuk memperkuat narasi mengenai keberangkatan massa menuju Jakarta pada 2026.

Salah satu infografik yang beredar disebut memiliki kemiripan dengan rekaman konvoi bus dalam peristiwa keberangkatan warga Pati menuju Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada 31 Agustus 2025.

Baca juga: Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Gresik Ungkap 14 Kasus dan Amankan 17 Tersangka

Dalam peristiwa tersebut, keberangkatan warga Pati disebut melibatkan sekitar 10 bus dengan tujuan Jakarta.

Namun, rekaman tersebut kemudian muncul kembali bersamaan dengan narasi baru pada 2026 yang mengklaim adanya mobilisasi massa hingga puluhan bahkan ribuan bus dari berbagai daerah.

Masyarakat Diminta Tak Mudah Terprovokasi
Kapolres Gresik meminta masyarakat tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial, khususnya informasi yang sumber dan kebenarannya tidak jelas.

Menurutnya, narasi mengenai mobilisasi massa berpotensi menimbulkan keresahan apabila diterima dan disebarkan tanpa melalui proses verifikasi.

Baca juga: Piton Masuk Kandang Ayam di Kebomas Gresik, Tujuh Petugas Damkarla Turun Evakuasi

“Masyarakat harus melakukan filterisasi informasi. Jangan sampai informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya justru memicu provokasi atau mengganggu keharmonisan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum membagikan informasi melalui media sosial.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi yang dapat menimbulkan persepsi seolah-olah situasi keamanan sedang tidak kondusif.

Dengan adanya kepastian dari kepolisian bahwa tidak terdapat massa dari Gresik yang bergerak menuju Jakarta, masyarakat Kota Pudak diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru