Kanalgresik.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp19,46 miliar untuk sektor pendidikan dan kesehatan dalam pembahasan KUA-PPAS APBD 2027.
Usulan tersebut terdiri atas Rp6,63 miliar untuk Dinas Pendidikan dan Rp12,83 miliar bagi Dinas Kesehatan. Tambahan anggaran dinilai diperlukan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan layanan dasar masyarakat yang belum terakomodasi secara optimal dalam rancangan awal anggaran.
Baca juga: Pilkades Serentak 2027 Gresik, Mekanisme Manual atau E-Voting Masih Dibahas
Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin mengatakan, tambahan anggaran pendidikan antara lain diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gaji tenaga outsourcing selama 12 bulan, pengadaan mebel sekolah dasar negeri, serta pendidikan dan pelatihan kepala sekolah.
Untuk kebutuhan tersebut, Komisi IV mengusulkan Rp2,54 miliar untuk gaji tenaga outsourcing, Rp3,15 miliar untuk pengadaan mebel SDN, dan Rp935 juta untuk diklat kepala sekolah.
Sektor Kesehatan Dapat Porsi Lebih Besar
Usulan tambahan untuk sektor kesehatan mencapai Rp12,83 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pemenuhan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Ibnu Sina.
Komisi IV juga mengusulkan anggaran untuk pengadaan lahan Puskesmas Metatu serta penambahan ambulans puskesmas.
Dari dua unit ambulans yang telah teranggarkan melalui DAU Earmark, masih dibutuhkan tambahan tujuh unit. Kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,71 miliar.
Baca juga: Komisi III DPRD Gresik Dorong Landfill Mining Ngipik Atasi Timbunan Sampah
Selain itu, terdapat usulan Rp4 miliar untuk penyelesaian pembangunan fisik Puskesmas Slempit dan Rp2 miliar untuk Puskesmas Kedamean.
Komisi IV juga mengusulkan Rp3 miliar untuk pengadaan alat kesehatan laparoskopi di RSUD Gresik Sehati serta sekitar Rp119,72 juta untuk memenuhi kekurangan biaya perawatan gedung rumah sakit tersebut.
Usulan Dibawa ke Banggar
Komisi IV menilai efisiensi anggaran tetap perlu berjalan, tetapi tidak boleh mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama sektor pendidikan dan kesehatan.
Baca juga: 346 Mahasiswa UISI Gresik Resmi Diwisuda, Lulusan Pertama Program Magister
Seluruh rekomendasi tambahan anggaran tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik untuk menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan APBD Kabupaten Gresik 2027.
Pembahasan berikutnya akan menentukan apakah seluruh usulan tambahan tersebut dapat masuk dalam postur anggaran 2027 sesuai kemampuan keuangan daerah dan hasil pembahasan bersama.
Sumber dan Keterangan Resmi: Radar Gresik/Jawa Pos, berdasarkan keterangan Komisi IV DPRD Gresik.
Editor : Deni Adi Santoso