Kanalgresik.com – Lebih dari 200 hektare lahan pertanian di Kabupaten Gresik terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Pemerintah pusat pun menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga produktivitas petani, mulai dari bantuan pompa air hingga pembangunan sumur dangkal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik, Selasa (11/8/2026).
Baca juga: Capaian PKG Gresik Baru 28,8 Persen, Wabup Alif Minta Puskesmas Percepat Layanan
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyiapkan dukungan sarana pengairan serta alat mesin pertanian untuk membantu petani menghadapi kondisi kemarau.
Dua Skema Atasi Kekeringan
Mentan Amran mengatakan penanganan kekeringan akan disesuaikan dengan kondisi sumber air di masing-masing lahan.
Sawah yang masih memiliki sumber air di sekitar lokasi akan mendapatkan bantuan pompa. Sementara lahan yang tidak memiliki sumber air akan ditangani dengan pembangunan sumur dangkal.
“Yang ada sumber air dekat sawah yang kekeringan kita berikan pompa langsung. Yang tidak ada sumber air kita siapkan sumur dangkal,” kata Amran.
Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan lahan yang mengalami kekurangan air tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur dalam waktu lama.
Gresik Dapat 54 Unit Irigasi Perpompaan
Untuk memperkuat sistem pengairan pertanian, Kementerian Pertanian mengalokasikan 54 unit irigasi perpompaan untuk Kabupaten Gresik.
Selain itu, pemerintah memberikan sembilan unit irigasi perpipaan dan melakukan rehabilitasi terhadap 12 jaringan irigasi tersier.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air sekaligus mempertahankan produktivitas lahan pertanian selama musim kemarau.
Pemerintah juga menyerahkan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani untuk memperluas akses terhadap alat dan mesin pertanian.
Mentan: Jangan Lengah Hadapi Kekeringan
Amran mengatakan pemerintah tidak ingin kekeringan mengganggu produksi pangan nasional.
Meski kondisi produksi beras di Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton, pemerintah tetap diminta melakukan mitigasi terhadap risiko kekeringan.
“Kita tenang, tetapi tidak boleh lengah dan harus tetap bekerja keras dalam hal mitigasi risiko kekeringan tahun ini,” ujarnya.
Baca juga: Polsek Menganti Cek Tanaman Lombok, Dukung Ketahanan Pangan Gresik
Menurut Amran, langkah antisipasi diperlukan agar kondisi kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi sektor pertanian.
Akses Bantuan Alsintan Akan Dipermudah
Selain bantuan pengairan, pemerintah juga berencana menyederhanakan mekanisme pengajuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Amran mengatakan buruh tani nantinya akan lebih mudah mengusulkan kebutuhan seperti traktor, combine harvester, hingga alat tanam.
Peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan diperkuat dalam proses pengusulan bantuan tersebut.
“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL, kami terima di Jakarta, lalu alatnya kami kirim kepada yang membutuhkan,” kata Amran.
Wabup Alif: Bantuan Sangat Berarti bagi Petani
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi petani di Gresik.
Menurutnya, bantuan pompa, irigasi, dan sarana pertanian tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas lahan di tengah musim kemarau.
“Bantuan tersebut sangat berarti untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian,” ujar Alif.
Pemkab Gresik juga menyatakan siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pihak terkait lainnya.
Kolam Retensi Jadi Usulan Jangka Panjang
Selain penanganan langsung melalui pompa dan sumur dangkal, terdapat pula usulan pembangunan kolam retensi di wilayah selatan Gresik.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur sumber daya air di kawasan pertanian.
Mentan Amran menyatakan pemerintah pusat siap berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN, untuk membahas kebutuhan tersebut.
Dengan berbagai dukungan tersebut, penanganan kekeringan sawah Gresik diharapkan tidak hanya menyelamatkan lahan yang terdampak saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi musim kemarau berikutnya.
Editor : Deni Adi Santoso