Kanalgresik.com – Waktu tanggap atau response time Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik masih mencapai rata-rata 59 menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi III DPRD Gresik. Untuk mempercepat penanganan kebakaran dan berbagai kejadian penyelamatan, DPRD mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
Usulan anggaran tersebut dibahas dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Response Time Ditarget Maksimal 15 Menit
Wakil Ketua III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan tambahan anggaran tidak hanya akan digunakan untuk membeli kendaraan pemadam.
Kebutuhan lain yang menjadi perhatian adalah penambahan sumber daya manusia (SDM) serta alat pelindung diri (APD) bagi petugas.
Menurutnya, kondisi geografis dan perkembangan kawasan industri Gresik membutuhkan jangkauan pelayanan Damkar yang lebih luas.
“Tujuannya untuk memenuhi time schedule. Hari ini response time kita masih 59 menit ketika terjadi kebakaran sampai ke lokasi. Idealnya 15 menit. Jadi kita akan pangkas itu dengan mendirikan beberapa posko baru,” tegas Hamdi.
Target tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tanggap Damkarla secara signifikan sehingga petugas bisa lebih cepat tiba ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Dua Armada Besar dan Dua Kendaraan Roda Tiga
Salah satu rencana yang disiapkan melalui tambahan anggaran tersebut adalah pengadaan dua unit kendaraan pemadam berkapasitas 7.500 liter.
Selain itu, DPRD juga mendorong pengadaan dua kendaraan roda tiga.
Kendaraan berukuran lebih kecil tersebut dinilai penting untuk menjangkau kawasan permukiman yang memiliki akses jalan sempit dan sulit dilalui mobil pemadam berukuran besar.
Dengan tambahan armada tersebut, jangkauan pelayanan Damkarla diharapkan semakin luas.
Benjeng Jadi Prioritas Pos Baru
Selain penambahan armada, pembangunan pos pemadam baru juga menjadi salah satu strategi untuk memangkas response time.
Salah satu wilayah yang diprioritaskan adalah Kecamatan Benjeng.
Pos tersebut nantinya tidak hanya melayani wilayah Benjeng, tetapi juga diharapkan dapat menopang pelayanan ke kawasan sekitarnya, seperti Balongpanggang, Duduksampeyan, hingga Cerme.
Sementara untuk wilayah Kepulauan Bawean, DPRD juga memproyeksikan adanya pos pemadam tersendiri.
Perluasan jaringan pos dinilai penting agar petugas tidak harus menempuh jarak terlalu jauh dari satu titik pelayanan ketika menerima laporan kebakaran.
Kendaraan Roda Tiga untuk Gang Sempit
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarla Gresik Sulyono menyambut positif rencana tambahan anggaran tersebut.
Menurutnya, kendaraan roda tiga akan sangat membantu petugas ketika menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk.
“Dua unit roda tiga nantinya akan kita maksimalkan untuk menjangkau kawasan perkotaan maupun perkampungan yang jalannya tidak bisa dilalui kendaraan besar,” kata Sulyono.
Dengan kendaraan yang lebih kecil, petugas diharapkan dapat menjangkau lokasi lebih cepat sebelum armada utama tiba.
APD Petugas Juga Jadi Perhatian
Penguatan Damkarla tidak hanya menyangkut kendaraan.
Keselamatan petugas juga menjadi perhatian karena pekerjaan pemadaman dan penyelamatan memiliki risiko tinggi.
Sulyono mengatakan pada 2027 mendatang direncanakan pembangunan satu pos baru sekaligus pengadaan APD lengkap.
Peralatan untuk kegiatan rescue atau penyelamatan harus dibedakan dengan APD untuk firefighting atau pemadaman kebakaran.
“APD menjadi kebutuhan krusial. Peralatan rescue menggunakan pack/katelpak, sedangkan APD khusus pemadam bahannya tebal dan dirancang tahan terhadap sengatan api,” terangnya.
Anggaran Besar, Targetnya Bukan Sekadar Tambah Armada
Tambahan anggaran hingga Rp6 miliar tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat keseluruhan sistem pelayanan Damkarla Gresik.
Mulai dari pos pemadam, armada, SDM hingga perlengkapan keselamatan petugas.
Target utama yang ingin dicapai adalah memangkas response time dari rata-rata 59 menit menjadi maksimal 15 menit.
Dengan semakin luasnya kawasan permukiman dan industri di Gresik, percepatan waktu tanggap menjadi kebutuhan penting agar kebakaran dapat ditangani sebelum api semakin meluas.
DPRD Gresik pun mendorong agar tambahan anggaran tersebut benar-benar berujung pada peningkatan kemampuan Damkarla di lapangan, bukan sekadar penambahan fasilitas.