GRESIK, Kanalgresik.com – Komisi II DPRD Kabupaten Gresik menyoroti kondisi sejumlah pasar tradisional yang membutuhkan perbaikan. Dewan meminta pemerintah memprioritaskan program revitalisasi dalam pembahasan KUPA dan PPAS APBD Gresik 2027.

Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad Kurdi mengatakan terdapat tujuh pasar yang masuk perhatian program revitalisasi. Pasar tersebut meliputi Pasar Sidayu, Pasar Dukun, Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

Pembahasan tersebut berlangsung bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Komisi II menilai perbaikan pasar penting untuk mendukung aktivitas pedagang sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Enam Pasar Gresik Masuk Prioritas Revitalisasi
Kurdi menjelaskan, pemerintah telah melakukan revitalisasi Pasar Sidayu. Karena itu, anggaran revitalisasi berikutnya akan berfokus pada enam pasar lainnya.

“Untuk Pasar Sidayu sudah dilakukan revitalisasi. Jadi anggaran ini difokuskan untuk enam pasar lainnya,” kata Kurdi kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Dari enam pasar tersebut, Pasar Dukun mendapat perhatian khusus. Kondisi pasar yang kerap terdampak banjir membuat pemerintah perlu menyiapkan penanganan yang lebih serius.

“Pasar Dukun itu sering kebanjiran, sehingga memang harus menjadi prioritas,” ucapnya.
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk perbaikan sejumlah pasar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp600 juta dialokasikan untuk Pasar Dukun, sedangkan sekitar Rp500 juta lainnya untuk Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

DPRD Soroti Kondisi Pasar Baru
Sebelumnya, Komisi II DPRD Gresik juga melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah pasar. Langkah tersebut bertujuan melihat langsung kondisi fasilitas pasar dan kebutuhan perbaikan di lapangan.

Kurdi menyebut kondisi Pasar Baru menjadi salah satu yang cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan mengalami kebocoran, kerusakan, dan kurang mendapat perawatan.

“Pasar Gresik ini banyak yang bocor, ada yang jebol dan kurang terawat. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Menurut Kurdi, pemerintah tidak boleh hanya melihat pasar dari sisi bangunan. Pembenahan juga harus meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di dalamnya.

DPRD Minta Anggaran Pasar Tepat Sasaran
Komisi II menilai pasar, terutama yang berada di kawasan perkotaan, menjadi salah satu wajah Kabupaten Gresik. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas agar pasar tetap layak dan nyaman.

“Ini kan wajah kita di kota. Harusnya Pasar Gresik juga diperhatikan. Jangan sampai kondisinya dibiarkan seperti itu,” jelas Kurdi.

Kurdi memahami keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus membagi alokasi untuk sejumlah pasar. Namun, ia meminta kebutuhan yang paling mendesak mendapat prioritas.

“Memang anggarannya terbatas, sehingga harus dibagi. Tapi yang paling penting, pasar-pasar yang kondisinya sudah rusak dan membutuhkan penanganan segera harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Dengan perhatian terhadap revitalisasi pasar tersebut, Komisi II DPRD Gresik berharap anggaran APBD 2027 dapat memberikan dampak langsung bagi pedagang dan masyarakat. Perbaikan fasilitas juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan di Kabupaten Gresik.