SURABAYA, Kanalgresik.com – Film Istimewa menutup rangkaian cinema visit di Pulau Jawa dengan menyapa penonton di XXI Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Para pemain Yanni Melwani, Prija Iska (Priijay), dan Rein hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Surabaya menjadi kota terakhir dalam perjalanan cinema visit Istimewa di Pulau Jawa setelah sebelumnya menyambangi Bandung, Semarang, Solo, dan Yogyakarta.
Melalui rangkaian tersebut, para pemain bertemu langsung dengan penonton sekaligus melihat respons masyarakat terhadap film yang mengangkat kisah lima anak di Rumah Istimewa.
Istimewa Bawa Pesan tentang Penerimaan
Film Istimewa mengangkat cerita tentang keluarga, persahabatan, kasih sayang, penerimaan, serta bagaimana seseorang melihat manusia lain di tengah berbagai perbedaan.
Yanni Melwani mengatakan setiap kota memberikan pengalaman dan respons yang berbeda. Namun, ia merasa senang ketika penonton dapat ikut merasakan cerita yang dibawa film tersebut.
“Setiap kota punya respons yang berbeda, tapi yang paling membahagiakan adalah ketika penonton bisa ikut merasakan cerita dan kemudian melihat teman-teman Istimewa dengan cara yang lebih dekat,” ujar Yanni.
Menurut Yanni, pertemuan langsung dengan penonton menjadi pengalaman penting bagi para pemain. Ia berharap emosi dan pesan yang dirasakan penonton di bioskop tetap terbawa setelah film selesai.
Sementara itu, Prija Iska (Priijay) berharap perjalanan Istimewa tidak berhenti setelah rangkaian cinema visit di Pulau Jawa berakhir.
“Yang lebih penting adalah apa yang penonton bawa pulang setelah melihat filmnya. Semoga semakin banyak orang yang terbuka untuk melihat seseorang bukan dari keterbatasannya, tetapi dari dirinya sebagai manusia,” kata Priijay.
Setiap Orang Punya Keistimewaan
Rein juga melihat pertemuan dengan penonton sebagai bagian penting dalam perjalanan Istimewa. Menurutnya, film tersebut dapat menjadi ruang untuk mengajak masyarakat lebih terbuka dalam melihat orang lain.
“Semoga Istimewa bisa membuat kita lebih terbuka dan tidak cepat memberikan label kepada orang lain, karena setiap orang punya cerita dan keistimewaannya sendiri,” ujar Rein.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti yang ingin disampaikan Istimewa. Film ini tidak hanya mengajak penonton memahami perbedaan, tetapi juga melihat nilai seseorang secara lebih utuh.
Bagi para pemain, respons penonton di berbagai kota menunjukkan bahwa cerita tentang penerimaan dapat menyentuh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Produser: Jangan Definisikan Manusia dari Kekurangannya
Produser Istimewa, Abdullah Mansuri atau yang dikenal sebagai Pak Mansuri dan Ayah Mans, mengatakan perjalanan cinema visit memberikan pengalaman berharga bagi tim film.
Ia melihat pesan Istimewa dapat diterima secara luas karena setiap manusia memiliki perbedaan dan cerita masing-masing.
“Kita semua punya perbedaan, punya kekurangan, dan punya cerita masing-masing. Tapi yang ingin saya ingatkan adalah jangan sampai kekurangan menjadi cara kita mendefinisikan seseorang,” ujar Ayah Mans.
Menurutnya, pesan film tersebut juga tidak hanya berkaitan dengan teman-teman disabilitas. Istimewa ingin mengajak setiap orang belajar menerima manusia lain sekaligus menerima dirinya sendiri.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua punya sesuatu yang mungkin kita anggap sebagai kekurangan, tapi justru itu yang menjadi bagian dari cerita dan membuat kita berbeda,” lanjut Ayah Mans.
Ia berharap penonton dapat melihat keistimewaan setiap manusia tanpa memberikan label hanya berdasarkan kondisi atau keterbatasan tertentu.
Cinema Visit Berlanjut ke Wilayah Lain
Setelah Surabaya, rangkaian perjalanan Istimewa di Pulau Jawa resmi berakhir. Namun, perjalanan film tersebut masih berlanjut untuk bertemu dengan penonton di berbagai wilayah Indonesia.
Dari Bandung hingga Surabaya, rangkaian cinema visit memperlihatkan bagaimana penonton menemukan pesan dan pengalaman berbeda setelah menyaksikan film tersebut.
Istimewa ingin mengingatkan bahwa manusia tidak dapat dinilai hanya dari satu sisi. Setiap orang memiliki cerita, perjuangan, kekurangan, sekaligus keistimewaan yang membuatnya berbeda.
Film Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.