Kanalgresik.com – Pemerintah Kabupaten Gresik berencana membenahi sejumlah pasar daerah secara bertahap, mulai dari kebersihan dan sanitasi hingga penataan kawasan perdagangan. Evaluasi ini mengemuka setelah tumpukan sampah sekitar dua ton di Pasar Giri, Jalan Sunan Giri, dikeluhkan pengunjung dan warga sekitar karena menimbulkan bau menyengat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Pasar Kabupaten Gresik, Mohammad Zein, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut setelah menerima masukan masyarakat.
Penanganan Pasar Giri sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pengelolaan pasar daerah. Selain kebersihan, pemerintah juga menyoroti kondisi Pasar Kota Gresik yang dikeluhkan pedagang karena semakin sepi pembeli serta kebutuhan pembenahan Pasar Baru Gresik.
Sampah Dua Ton Picu Keluhan Pengunjung
Tumpukan sampah di Pasar Giri diperkirakan mencapai dua ton. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung dan pedagang, tetapi juga menimbulkan aroma tidak sedap hingga kawasan permukiman di sekitar pasar.
Zein menyebut koordinasi dengan DLH dilakukan agar pembersihan dapat segera dilaksanakan.
“Volume sampah diperkirakan mencapai dua ton. Akhirnya kami segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pembersihan di lokasi,” ujar Zein, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, kebersihan dan sanitasi menjadi aspek utama yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pasar tradisional. Lingkungan yang bersih diharapkan dapat membuat aktivitas jual beli berlangsung lebih nyaman.
Pasar Kota Gresik Akan Jadi Bahan Dialog
Selain menangani persoalan kebersihan, UPT Pasar Gresik menyiapkan rencana penataan sejumlah pasar milik daerah. Pasar Kota dan Pasar Baru Gresik termasuk lokasi yang menjadi perhatian untuk pembenahan fasilitas dan tata kelola kawasan.
Khusus Pasar Kota Gresik, Zein mengakui adanya keluhan pedagang mengenai penurunan jumlah pengunjung. Untuk mencari solusi, pihaknya berencana mengadakan dialog terbuka dengan para pedagang.
“Terutama Pasar Kota yang dikeluhkan pedagang karena kondisi pengunjung semakin sepi. Nanti kami akan ajak diskusi para pedagang untuk mencari solusi penataan yang pas,” katanya.
Dialog tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang dihadapi pedagang sekaligus merumuskan langkah penataan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Meski demikian, pemerintah belum merinci jadwal pelaksanaan dialog maupun bentuk pembenahan yang akan diterapkan di masing-masing pasar.
Kebersihan Pasar Butuh Partisipasi Bersama
Penataan pasar tidak hanya berkaitan dengan pembenahan fasilitas fisik. Kesadaran pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan perdagangan yang nyaman.
Zein mengimbau masyarakat dan pedagang ikut menjaga kebersihan kawasan pasar serta mengelola sampah secara tertib. Upaya pemerintah, menurutnya, perlu didukung kedisiplinan seluruh pihak agar hasil penataan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Dengan penanganan sampah di Pasar Giri dan rencana pembenahan pasar lainnya, Pemkab Gresik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan berbelanja sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pedagang tradisional.