Kanalgresik.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik melakukan skrining tuberkulosis (TBC) terhadap 100 warga Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Rabu (21/10/2026). Pemeriksaan gratis ini menjadi bagian dari upaya menemukan kasus lebih dini setelah evaluasi sepanjang 2026 mencatat delapan kasus TBC di desa tersebut.
Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) digelar di Balai Desa Munggugebang dengan menyasar kontak serumah pasien, kontak erat, serta masyarakat yang memiliki faktor risiko, termasuk penderita diabetes melitus. Pemeriksaan dilakukan untuk membantu mendeteksi kemungkinan kasus agar warga yang membutuhkan dapat segera memperoleh penanganan medis.
Program Skrining Menjangkau 16 Kecamatan
Wasor TBC Dinkes Gresik, Herlina Mustika Kusuma Utami, mengatakan kegiatan penelusuran kasus TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berlangsung bertahap sejak April hingga November 2026.
Program tersebut menjangkau 16 kecamatan dengan dukungan 30 puskesmas di Kabupaten Gresik. Setiap lokasi kegiatan mendapat alokasi sasaran sebanyak 100 orang.
Menurut Herlina, prioritas pemeriksaan diberikan kepada orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Warga dengan penyakit penyerta, terutama diabetes dengan kadar gula darah tinggi, juga menjadi perhatian.
Desa Munggugebang termasuk salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.
Pemeriksaan Meliputi Rontgen dan Gula Darah
Penelaah Teknis Kebijakan Dinkes Gresik, Muhammad Ubaidillah, menjelaskan pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi paru-paru. Warga juga menjalani pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan kadar gula darah, serta foto toraks atau rontgen.
Pemeriksaan rontgen dilakukan melalui kolaborasi dengan RSUD Ibnu Sina Gresik. Sementara itu, hasil pemeriksaan sampel dahak memerlukan waktu beberapa hari.
Calon peserta ditentukan berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Basis data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi pasien indeks, kontak erat, dan warga dengan penyakit penyerta di lingkungan sekitarnya.
Penjabat Kepala Desa Munggugebang, Muhammad Zaini, menyambut baik kegiatan yang melibatkan Dinkes Gresik dan RSUD Ibnu Sina tersebut. Sebelum skrining dilaksanakan, bidan desa juga telah memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya dan penanganan TBC.
Zaini mengatakan pemerintah desa masih menunggu hasil pemeriksaan secara lengkap. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan untuk memperkuat upaya pencegahan TBC di wilayahnya.
Gresik Targetkan Percepatan Eliminasi TBC pada 2028
Pemkab Gresik menargetkan percepatan eliminasi TBC pada 2028, lebih cepat dibandingkan target nasional sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Untuk mendukung target itu, penemuan kasus secara aktif dan kepatuhan pasien menjalani pengobatan sampai tuntas menjadi bagian penting dalam pengendalian penularan.
Dinkes Gresik juga mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan yang mengarah pada TBC agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, warga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membiasakan etika batuk yang benar, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala yang berpotensi menularkan penyakit melalui saluran pernapasan.
Herlina turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengucilkan pasien TBC. Dukungan keluarga dan lingkungan diperlukan agar pasien tetap bersemangat menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh.
Salah seorang peserta skrining, Teguh Sampurno (23), mengapresiasi pemeriksaan gratis tersebut. Menurutnya, kegiatan itu membantu warga mengetahui kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan penyakit.