Kanalgresik.com – SMAN 1 Manyar menjadi lokasi studi tiru Program Sekolah Resik yang diikuti sedikitnya 25 kepala sekolah di Kabupaten Gresik, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik itu bertujuan menyebarluaskan praktik pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sekolah yang dikenal sebagai SMANEMA tersebut menjadi rujukan setelah kegiatan serupa sebelumnya berlangsung di SMA Muhammadiyah 10 Gresik. Para peserta mempelajari tata kelola kebersihan, sanitasi, hingga pengelolaan kantin sehat untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Baca juga: Tumpeng Tiga Meter Jadi Sorotan HUT ke-20 SMABOM Gresik
Studi Tiru dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
Kegiatan diawali pengarahan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi. Peserta kemudian mengikuti kunjungan lingkungan sekolah untuk melihat langsung fasilitas sanitasi dan pengelolaan kantin sehat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dokumen tersebut disiapkan sebagai acuan bagi sekolah peserta dalam mereplikasi praktik baik Program Sekolah Resik.
Eko menekankan bahwa kebersihan harus menjadi budaya yang melekat dalam aktivitas sekolah, bukan hanya dilakukan ketika menghadapi penilaian.
Ia juga berharap SMAN 1 Manyar tidak berhenti sebagai sekolah model, tetapi ikut mendampingi sekolah lain dalam penerapan program tersebut.
Tujuh Indikator Jadi Dasar Pengelolaan
Kepala SMAN 1 Manyar, Ainur Rofiq, menjelaskan bahwa penerapan Sekolah Resik pada awalnya dirasakan sebagai beban oleh warga sekolah. Namun, melalui pola pikir bertumbuh atau growth mindset, tantangan tersebut diarahkan menjadi peluang untuk berinovasi dan meningkatkan mutu sekolah.
Baca juga: 11 Anggota Dewan Pendidikan Gresik Dikukuhkan, Mutu Sekolah Jadi Fokus
SMANEMA menerapkan tujuh indikator resik, yakni Zero Plastik, Rawat, Resik, Rajin, Ringkas, Rapi, dan Safety.
Indikator tersebut mencakup upaya mengurangi sampah plastik, perawatan fasilitas melalui SOP dan jadwal berkala, menjaga kebersihan serta sanitasi, audit internal, penataan barang dan lingkungan, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Dalam pelaksanaan kebersihan, sekolah melibatkan delapan petugas pramubhakti dengan skema penghargaan bagi petugas yang menunjukkan kinerja baik.
Baca juga: YIMI Got Talent Gresik Jadi Panggung Kreativitas, 800 Anak Ikut Unjuk Bakat
Budaya Bersih Diharapkan Menular
Melalui studi tiru ini, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik berharap praktik pengelolaan lingkungan di SMAN 1 Manyar dapat diterapkan lebih luas di sekolah lain.
Program Sekolah Resik diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan belajar, tetapi juga membangun kebiasaan warga sekolah untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan secara konsisten.
Dengan demikian, sekolah dapat mengembangkan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mendukung kegiatan pendidikan.
Editor : Deni Adi Santoso