Kanalgresik.com – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik mengevakuasi seorang siswi SMPN 2 Wringinanom, Desa Kedunganyar, Kecamatan Wringinanom, setelah jarinya terjepit di dalam pipa sambungan kran air, Kamis (15/10/2026). Proses penyelamatan berlangsung sekitar 56 menit hingga jari korban berhasil dilepaskan.
Siswi berinisial DA tersebut mengalami kejadian saat hendak mengambil sisa potongan kran air yang patah di area sekolah. Karena jarinya tidak bisa dikeluarkan dan korban mengeluh kesakitan, pihak sekolah meminta bantuan petugas melalui layanan darurat Command Center 112.
Baca juga: Kebakaran PT Metatu Nusantara Jaya Gresik, Api Berhasil Dipadamkan dalam Tiga Jam
Perwira piket Damkarla Gresik, Sulyono, menjelaskan kejadian bermula ketika korban sedang mencuci tangan. Kran air yang digunakan tiba-tiba patah, kemudian korban berusaha mengambil bagian kran yang tertinggal di dalam pipa sock drat.
Namun, saat memasukkan jari untuk menarik potongan tersebut, jari korban justru terjepit.
“Korban panik lalu melapor ke pihak guru. Upaya pelepasan sempat dilakukan oleh pihak sekolah, namun tidak berhasil karena korban merasa kesakitan,” ujar Sulyono, Jumat (16/10/2026).
Guru Hubungi Command Center 112
Setelah upaya pertolongan awal dari pihak sekolah tidak berhasil, seorang guru bernama Juwargi menghubungi layanan darurat Command Center 112 pada pukul 12.56 WIB.
Petugas Damkarla Pos Driyorejo kemudian menuju lokasi menggunakan satu unit mobil penyelamatan. Tim tiba di sekolah sekitar pukul 13.17 WIB dan langsung melakukan penanganan terhadap jari korban yang terjepit.
Proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena korban terus mengeluhkan nyeri pada jarinya. Petugas harus mencari cara agar jari dapat dilepaskan tanpa memperparah kondisi korban.
Baca juga: Nelayan Temukan Mayat Pria Mengapung di Perairan Mengare Gresik
Dibawa ke Puskesmas untuk Mempermudah Evakuasi
Untuk mendukung proses penyelamatan, korban dibawa ke Puskesmas Wringinanom guna mendapatkan penanganan medis dan pereda nyeri.
Petugas sempat mencoba memotong bagian pipa menggunakan gergaji besi. Namun, cara tersebut dinilai berisiko dan kurang efektif untuk kondisi yang dihadapi.
Tim kemudian berkoordinasi dengan tenaga kesehatan puskesmas untuk menggunakan gel pelicin khusus pada bagian jari yang terjepit. Setelah dilakukan penanganan secara perlahan dengan memutar pipa, jari korban akhirnya berhasil dilepaskan.
Seluruh proses evakuasi berlangsung mulai pukul 13.17 WIB hingga 14.12 WIB.
Baca juga: Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Bangunan Bekas Warung Sate di Driyorejo
Korban Mendapat Perawatan Medis
Setelah berhasil dievakuasi, DA mendapatkan perawatan medis ringan di Puskesmas Wringinanom sebelum diantarkan kembali ke lingkungan sekolah.
Sulyono menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Meski penyelamatan berhasil dilakukan, Damkarla Gresik mencatat adanya kendala berupa keterbatasan peralatan pendukung khusus, seperti gerinda mini, serta perlengkapan pertolongan pertama berupa semprotan pereda nyeri dan gel pelicin medis.
Kejadian ini menunjukkan bahwa layanan pemadam kebakaran juga menangani berbagai kondisi darurat penyelamatan, tidak hanya kebakaran.
Editor : Deni Adi Santoso