26.124 Keluarga di Gresik Berisiko Stunting, KBPPPA Perkuat Pendampingan di Desa

Reporter : Radit
KBPPPA Gresik bersama TP PKK dan Kecamatan Manyar memperkuat sosialisasi pendampingan keluarga untuk mencegah stunting.

Kanalgresik.com – Sebanyak 26.124 keluarga di Kabupaten Gresik tercatat memiliki faktor risiko stunting berdasarkan pemetaan sasaran pendampingan tahun 2026. Pemerintah daerah melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) memperkuat upaya pencegahan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan peningkatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Pendampingan dilakukan sejak tahap persiapan keluarga hingga masa kehamilan, menyusui, dan pertumbuhan anak. Langkah ini bertujuan agar keluarga yang membutuhkan dukungan dapat teridentifikasi lebih awal dan memperoleh intervensi sesuai kondisi masing-masing.

Baca juga: KBPPPA Gresik Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Laki-Laki, Hubungan Sehat Jadi Sorotan

3.030 Anggota TPK Bertugas di 356 Desa dan Kelurahan
Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati menjelaskan, pihaknya memiliki 3.030 anggota TPK yang tersebar di 356 desa dan kelurahan.

Tim tersebut terdiri atas tenaga kesehatan, seperti bidan atau perawat desa, kader Tim Penggerak PKK, serta kader Keluarga Berencana (KB).

Menurut Titik, peningkatan kapasitas anggota TPK dilakukan secara rutin setiap bulan. Penguatan kemampuan kader diperlukan agar proses pendataan, pemetaan, dan pendampingan keluarga berisiko dapat berjalan lebih efektif.

Hal itu disampaikan Titik saat sosialisasi pendampingan stunting di Kantor Kecamatan Manyar, Gresik.

Pemetaan Tak Hanya Menyangkut Kesehatan
Pendampingan keluarga berisiko stunting tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan ibu dan anak. Tim juga memetakan aspek lain yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk kelayakan hunian, ketersediaan air bersih, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Berdasarkan data pemetaan 2026, selain 26.124 keluarga yang memiliki faktor risiko stunting, terdapat 38.048 keluarga yang masuk kategori aman atau tidak memiliki faktor risiko.

Baca juga: Pertamina Lubricants Cegah Stunting di Pulopancikan Gresik

Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan sasaran pendampingan dan membantu petugas memahami kebutuhan keluarga secara lebih menyeluruh.

Genting dan MBG Diperkuat
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui program Genting serta pengawalan Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Kader turut berperan dalam mengawal distribusi serta memberikan edukasi kepada keluarga penerima. Pendampingan tersebut diharapkan membantu memastikan asupan gizi dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok sasaran.

Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali, mengatakan pencegahan stunting memerlukan kerja sama banyak pihak. Persoalan ini tidak cukup ditangani melalui pemenuhan gizi, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan ibu, pola asuh, sanitasi, dan kemampuan ekonomi keluarga.

Baca juga: Sekolah Perempuan Gresik Didorong Jadi Ruang Lahirkan Pemimpin Kritis di Desa

Karena itu, TP PKK Gresik turut mendorong perluasan program Genting, optimalisasi TPK, pembentukan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), serta edukasi kesiapan berkeluarga bagi generasi muda.

Kecamatan Manyar Diminta Perkuat Koordinasi
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Manyar, M. Fither Kuntajaya, meminta seluruh Ketua TP PKK desa dan tiga kepala puskesmas di wilayahnya mendukung pelaksanaan program pencegahan stunting.

Koordinasi hingga tingkat desa dinilai penting untuk mempercepat deteksi dini dan memastikan keluarga yang membutuhkan pendampingan dapat ditangani sesuai kebutuhan.

Melalui penguatan kapasitas kader, pemetaan keluarga, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Gresik berupaya memperluas jangkauan pencegahan stunting agar intervensi dapat dilakukan sejak dini dan berkelanjutan.

Editor : Deni Adi Santoso

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru